Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menargetkan juara umum dalam lima ajang olahraga tingkat Kaltim dengan menyiapkan 1.826 atlet dari total 2.503 anggota kontingen, sekaligus menjamin bonus prestasi minimal setara dengan Porprov 2022.
KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menargetkan kontingen daerahnya meraih juara umum dalam lima ajang olahraga tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2026. Sebanyak 2.503 anggota kontingen yang terdiri atas atlet, pelatih, manajer, dan ofisial disiapkan untuk mengikuti berbagai kompetisi yang berlangsung mulai 31 Oktober hingga 6 Desember 2026.
Target tersebut disampaikan Aulia saat melepas kontingen Kukar di Arbizz Space, Tenggarong, Jumat (30/10/2026). Kelima ajang yang akan diikuti meliputi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII, Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) V, Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada), Festival Olahraga Masyarakat Daerah (Forda) II, serta Porprov Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri).
Aulia menyatakan optimisme terhadap kemampuan kontingen Kukar setelah melalui berbagai persiapan menjelang pertandingan. Ia berharap pembinaan dan latihan yang telah dijalani menjadi modal untuk menghadapi persaingan sekaligus meningkatkan prestasi olahraga daerah.
“Kita berharap, dengan persiapan yang sudah dilakukan teman-teman atlet di Kutai Kartanegara, Kukar bisa menjadi juara umum. Kami yakin dan percaya, Kukar bisa menjadi juara umum di seluruh ajang yang kita ikuti di tingkat Provinsi Kalimantan Timur,” ujarnya.
Berdasarkan data kontingen, sebanyak 2.503 peserta yang dipersiapkan terdiri atas 1.826 atlet, 320 pelatih, 72 manajer, dan 285 ofisial. Mereka akan mengikuti berbagai pertandingan dan perlombaan dengan total 121 keikutsertaan cabang olahraga (cabor) sebagaimana tercantum dalam laporan persiapan kontingen.
Porprov VIII di Kabupaten Paser menjadi ajang dengan jumlah peserta terbesar. Kompetisi yang dijadwalkan berlangsung pada 14–27 November 2026 tersebut akan diikuti 1.144 atlet, 225 pelatih, 62 manajer, dan 166 ofisial, sehingga total kontingen Kukar mencapai 1.597 orang.
Sebelumnya, Kukar juga akan mengikuti Porprov Korpri di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), pada 31 Oktober hingga 8 November 2026. Kontingen yang dipersiapkan untuk ajang tersebut berjumlah 231 orang, terdiri atas 184 atlet, 19 pelatih, 10 manajer, dan 18 ofisial.
Sementara itu, Porwada di Kota Balikpapan pada 4–5 November 2026 akan melibatkan 41 peserta, yakni 32 atlet dan sembilan ofisial.
Untuk Peparprov V yang berlangsung di Paser pada 27–30 November 2026, Kukar menyiapkan 149 anggota kontingen, terdiri atas 100 atlet, 17 pelatih, dan 32 ofisial.
Adapun Forda II yang dijadwalkan berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Kadri Oening, kawasan Sempaja, Kota Samarinda, pada 29 November hingga 6 Desember 2026 akan diikuti 485 orang, terdiri atas 366 atlet, 59 pelatih, dan 60 ofisial.
Dengan kekuatan kontingen tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar berharap seluruh peserta mampu menunjukkan kemampuan terbaik serta menjaga sportivitas dalam setiap pertandingan.
Selain menargetkan juara umum, Aulia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempertahankan penghargaan bagi atlet berprestasi meskipun kondisi keuangan daerah menghadapi keterbatasan.
Ia menjamin besaran bonus yang diberikan kepada peraih prestasi minimal setara dengan penghargaan pada Porprov Kaltim 2022 di Kabupaten Berau. Bahkan, Pemkab Kukar membuka kemungkinan penyesuaian apabila terdapat pemerintah kabupaten atau kota lain yang memberikan bonus lebih tinggi.
“Bonus yang kita berikan minimal sama dengan periode sebelumnya. Namun, kalau ada kabupaten atau kota lain yang berani memberikan bonus lebih besar, kita akan menyamakan dengan kabupaten atau kota yang memberikan bonus paling tinggi,” katanya.
Sebagai gambaran, pada Porprov Kaltim 2022, atlet dan pelatih perorangan peraih medali emas mendapatkan bonus sebesar Rp50 juta, sedangkan peraih perak memperoleh Rp25 juta dan perunggu Rp10 juta.
Penghargaan juga diberikan kepada manajer berdasarkan prestasi kontingen. Manajer peraih emas menerima Rp10 juta, perak Rp7,5 juta, dan perunggu Rp5 juta.
Sementara itu, ofisial memperoleh bonus sebesar Rp7,5 juta untuk emas, Rp5 juta untuk perak, dan Rp2,5 juta untuk perunggu.
Besaran penghargaan pada penyelenggaraan sebelumnya tersebut menjadi acuan komitmen Aulia dalam memberikan apresiasi kepada kontingen Kukar yang berhasil meraih prestasi pada berbagai kejuaraan tahun ini.
Meski demikian, Aulia mengingatkan seluruh atlet agar tetap memusatkan perhatian pada persiapan dan pertandingan. Ia tidak menginginkan informasi yang belum pasti mengenai besaran bonus menimbulkan keresahan atau memengaruhi kesiapan mental peserta.
“Jangan sampai gara-gara isu bonus yang tidak jelas atau simpang siur, hal itu memengaruhi semangat atlet. Kami menepis isu tersebut agar secara emosional atlet kita sudah siap untuk bertanding,” tuturnya.
Menurut Aulia, kepastian dukungan pemerintah diharapkan menjadi dorongan bagi atlet untuk menjalani pertandingan dengan penuh percaya diri. Target juara umum juga menjadi tantangan bagi seluruh unsur kontingen untuk menunjukkan hasil pembinaan yang telah dilakukan.
Keikutsertaan dalam lima ajang olahraga tingkat Kaltim tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Kukar untuk mengukur kemampuan atlet dari berbagai disiplin olahraga, termasuk olahraga prestasi, olahraga masyarakat, dan olahraga bagi penyandang disabilitas.
Dengan kekuatan 2.503 anggota kontingen serta komitmen mempertahankan bonus prestasi, Pemkab Kukar berharap para atlet mampu bersaing secara maksimal, menjunjung tinggi sportivitas, dan mengharumkan nama daerah. Hasil pertandingan nantinya diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan olahraga Kukar pada masa mendatang. [] (ADV)
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan