Pembangunan Terminal Bontang Molor, Ini Kata Anggota Komisi III DPRD Kaltim

PARLEMENTARIA KALTIM – PEMBANGUNAN terminal tipe B di Kota Bontang molor. Padahal semestinya, pembangunan terminal tersebut rampung pada akhir Desember 2023 lalu. Hal itu telah diduga sebelumnya oleh anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Sutomo Jabir.

“Saya sudah menduga proyek tersebut tidak selesai,” ucap Sutomo Jabir kepada awak media, usai menghadiri kampanye Calon Presiden (Capres) nomor urut satu Anies Baswedan di Gedung Geraha Mulia, Samarinda Seberang, Samarinda, Kamis (11/01/2024).

Menyikapi hal itu, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan pihaknya akan memanggil Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, untuk menanyakan apakah proyek itu akan dilanjutkan dengan kontraktor yang sama atau mengganti kontraktornya.

“Saya belum ada rapat karena kita masih ada HUT (Hari Ulang Tahun, red) Kaltim nanti akan kita agendakan,” ujar Sutomo, sapaan akrabnya.

Dikatakan Sutomo, pihaknya akan mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dalam merealisasikan anggaran tahun 2024 ini segera melakukan lelang dini supaya tidak menumpuk di kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) sehingga terjadi keterlambatan.

“Kita mendorong supaya anggaran 2024 ini dieksikusi lebih awal supaya tidak terjadi keterlambatan atau pembangunan yang tidak selesai,” kata Sutomo.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Bontang, Kutai Timur, dan Berau ini berharap, pembanguna terminal Bontang terus dilanjutkan sampai selesai jangan sampai mangkrak atau stop sehingga dapat berfungsi dan masyarakat dapat segera menikmati fasilitas umum itu.

“Harapan saya proyek ini tidak macet atau berhenti, berlanjut terus sampai berfungsi, karena kalau tidak akan menjadi mangkrak dan besar lagi biaya untuk memperbaikinya,” tutup Sutomo.

Sebagai informasi, proyek pembangunan terminal Bontang dianggarkan oleh Dinas Perhubungan Kaltim. Saat ini progres pembangunan mencapai sekitar 93 persen. Bangunan utama tersebut berdiri dengan dua lantai, lantai dasar digunakan untuk mobilitas para penumpang dan ruang tunggu, sedangkan lantai kedua digunakan sebagai pusat administrasi kantor. []

Penulis : Guntur Riyadi | Penyunting : Agus P Sarjono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com