KAPUAS HULU – Tradisi pawai gerobak sahur di Putussibau, Kapuas Hulu, Jumat (20/02/2026) dini hari, sempat diwarnai aksi yang meresahkan. Sejumlah pemuda kedapatan melakukan balap liar sambil menggunakan knalpot brong di tengah kegiatan masyarakat tersebut. Aparat kepolisian pun turun tangan dan mengamankan 22 unit sepeda motor sekitar pukul 02.30 WIB.
Penindakan dilakukan setelah warga melapor karena merasa terganggu oleh suara bising dan aksi kebut-kebutan di jalan raya. Satuan Lalu Lintas Polres Kapuas Hulu bergerak cepat ke lokasi dan langsung mengamankan kendaraan yang terlibat. Motor-motor tersebut kini berada di Mapolres Kapuas Hulu untuk proses penanganan lebih lanjut.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kapuas Hulu, AKP Cahaya Purnawan, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan tindakan yang mengganggu ketertiban umum terus terjadi.
“Kami menerima laporan dari masyarakat yang merasa tidak nyaman. Begitu dicek di lapangan, benar ada aksi balap liar dan penggunaan knalpot tidak sesuai standar. Kendaraan langsung kami amankan untuk diproses,” ujarnya di Putussibau.
Menurut Cahaya, balap liar bukan hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga membahayakan keselamatan banyak orang, terutama saat berlangsungnya kegiatan masyarakat seperti pawai sahur.
“Ini bukan sekadar soal suara bising. Risiko kecelakaan sangat besar, apalagi dilakukan di tengah keramaian. Keselamatan pengguna jalan lain juga harus dilindungi,” tegasnya.
Ia memastikan bahwa tidak ada ruang kompromi bagi pelaku pelanggaran serupa. Penegakan hukum, lanjutnya, merupakan langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami akan bertindak tegas setiap ada pelanggaran seperti ini. Ketertiban dan keamanan masyarakat adalah prioritas,” katanya.
Selain penindakan, kepolisian juga memberikan imbauan kepada para pemuda agar tidak lagi menggunakan knalpot brong maupun melakukan aksi balap liar. Edukasi dianggap penting untuk menekan angka pelanggaran di kalangan remaja.
Cahaya juga mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anaknya, khususnya yang masih berusia sekolah.
“Peran keluarga sangat menentukan. Pengawasan orang tua harus diperkuat agar anak-anak tidak terlibat dalam aksi yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa semangat kebersamaan dalam tradisi sahur seharusnya dijaga tanpa mengorbankan ketertiban umum. Aparat memastikan patroli akan terus ditingkatkan selama Ramadan guna menciptakan suasana yang aman dan kondusif. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan