JAKARTA – Jalur utama penghubung Ciputat menuju Jakarta kini menjadi sorotan. Sedikitnya 43 titik jalan berlubang teridentifikasi di sepanjang ruas Jalan Dewi Sartika hingga Jalan Ir Haji Juanda. Dalam sepekan terakhir, kerusakan tersebut memicu lima kecelakaan lalu lintas.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pemetaan langsung di lapangan. “Hasil pendataan kami menunjukkan ada 43 titik lubang yang tersebar di jalur utama Ciputat–Jakarta,” ujar Bambang saat dikonfirmasi, Sabtu (14/02/2026).
Menurutnya, beberapa titik bahkan berada di lokasi strategis yang padat kendaraan dan memiliki risiko tinggi. Dua area yang dinilai paling berbahaya adalah flyover Ciputat dan kawasan Cimanggis.
“Ada dua titik yang sangat krusial, terutama di atas flyover Ciputat dan wilayah Cimanggis. Kondisinya cukup membahayakan pengendara,” tegasnya.
Insiden terbaru terjadi pada Kamis 5 Februari 2026 di flyover Ciputat. Seorang pengendara sepeda motor terjatuh setelah menghantam lubang di badan jalan. Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi pada Senin 2 Februari 2026 dan sempat viral di media sosial.
Bambang memastikan, meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, lima kecelakaan tersebut menyebabkan pengendara mengalami luka dan kerusakan kendaraan. “Dalam sepekan ini ada lima kecelakaan akibat jalan berlubang. Dua kejadian terakhir terjadi di flyover Ciputat,” katanya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan instansi terkait agar perbaikan segera dilakukan. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait supaya perbaikan bisa dipercepat. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Polisi juga mengimbau pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan atau malam hari ketika lubang tertutup genangan air dan sulit terlihat. “Pengendara harus ekstra hati-hati, khususnya saat kondisi jalan basah atau minim penerangan,” pungkas Bambang.
Kondisi ini memunculkan keprihatinan publik atas perawatan infrastruktur di jalur vital tersebut. Tanpa penanganan cepat, potensi kecelakaan dikhawatirkan terus berulang. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan