Kebakaran besar di Desa Batu Timbau menghanguskan puluhan rumah dan menyebabkan kerugian hingga Rp25 miliar tanpa korban jiwa.
KUTAI TIMUR – Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Desa Batu Timbau, Kecamatan Batu Ampar, menghanguskan sedikitnya 75 unit rumah dan berdampak pada sekitar 100 kepala keluarga (KK), Kamis (26/03/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.15 WITA itu melanda tiga rukun tetangga (RT), yakni RT 03, RT 09, dan RT 10. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain, dipicu kondisi permukiman yang padat serta material rumah yang mudah terbakar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Timur Failu menjelaskan, kebakaran diduga bermula dari salah satu rumah warga di RT 03.
“Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat dari lantai dua rumah warga di RT 03, lalu cepat merambat ke bangunan lain,” ujarnya dalam keterangan tertulis, sebagaimana dilansir Bontangpost.id Jumat (27/03/2026).
Ia menambahkan, angin kencang, dominasi material kayu, serta jarak antarbangunan yang berdekatan mempercepat penyebaran api sehingga sulit dikendalikan sejak awal kejadian.
Proses pemadaman melibatkan dua unit mobil pemadam dari Kecamatan Batu Ampar, dibantu warga yang berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Selain itu, satu unit alat berat jenis Kobelco excavator turut dikerahkan untuk membuat sekat guna mencegah api meluas ke area lain.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30 WITA.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp25 miliar.
Saat ini, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan total kerugian serta menyiapkan kebutuhan bantuan bagi warga terdampak.
Peristiwa ini menjadi peringatan akan tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat, khususnya dengan konstruksi bangunan yang mudah terbakar dan minimnya akses penanganan awal. []
Penulis: Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan