MAHAKAM ULU – Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) perlahan menegaskan diri sebagai destinasi wisata yang tak hanya menarik pengunjung, tetapi juga memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Pemerintah daerah terus mematangkan strategi pengembangan sektor pariwisata, mulai dari penetapan destinasi unggulan, penyusunan kalender event budaya, penguatan kelembagaan desa, hingga peningkatan sarana dan prasarana pendukung.
Irawan, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Mahulu, menegaskan bahwa pengembangan pariwisata harus dilakukan secara terstruktur dan terintegrasi. “Seperti yang saya sampaikan, harus ada penetapan destinasi. Kedua, ada event daerah dalam kalender event. Ketiga, ada kelembagaan di tingkat desa yang bergerak di sektor itu,” ujarnya, Rabu (11/02/2026).
Menurut Irawan, infrastruktur yang memadai menjadi kunci agar wisatawan betah berlama-lama di Mahulu. Pemerintah mendorong tersedianya homestay dan guest house yang nyaman, serta memastikan akses air bersih, listrik, dan jaringan telekomunikasi.
“Homestay harus ada. Guest house juga harus memadai. Sarana dan prasarana air bersih, kelistrikan, termasuk telekomunikasi, semuanya harus menjadi satu kesatuan kesiapan kita dalam menggerakkan perekonomian melalui pengembangan pariwisata,” jelasnya.
Fasilitas yang lengkap diyakini mampu memberi pengalaman lebih baik bagi wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
Mahulu memiliki dua event budaya unggulan yang masuk kalender Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, yakni Hudoq Pekayang dan Cross Border. Hudoq Pekayang biasanya digelar pada Oktober–November, sementara Cross Border berlangsung pada September–Oktober.
“Hudoq Pekayang dilaksanakan pada medio akhir tahun, sekitar bulan Oktober atau November. Sementara Cross Border biasanya berlangsung pada September atau Oktober. Ke depan akan kita dorong agar bisa lebih awal, sekitar bulan Juni atau Juli,” kata Irawan. Penyesuaian ini diharapkan dapat memperluas promosi dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan pada pertengahan tahun.
Selain event budaya, Mahulu menawarkan wisata minat khusus yang menarik wisatawan mancanegara, seperti memancing spesies tertentu dan menjelajahi hutan. “Banyak wisatawan internasional yang memiliki minat khusus untuk tujuan wisata tertentu, misalnya memancing spesies tertentu atau menjelajahi kawasan hutan. Itu juga ada,” ujarnya.
Budaya Hudoq tetap menjadi ikon paling dikenal. “Kalau ketika mencari di Google, Mahakam Ulu yang terlihat adalah Hudoq. Jadi ada budaya Hudoq atau kesenian Hudoq. Itu yang kita dorong menjadi destinasi unggulan pariwisata daerah,” tambah Irawan.
Ia juga mengimbau calon wisatawan untuk memanfaatkan platform digital dalam mencari informasi sebelum berkunjung. “Kami menghimbau wisatawan untuk mencari tahu tentang Mahakam Ulu melalui media sosial, karena sekarang sudah era informasi dan komunikasi digital,” tuturnya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, Mahulu optimistis sektor pariwisata dapat berkembang berkelanjutan, meningkatkan lama tinggal wisatawan, serta memberikan dampak ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan dan budaya lokal. []
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan