NUNUKAN – Kabupaten Nunukan mulai mematangkan langkah peningkatan produksi pangan dengan menggelar rapat persiapan kegiatan Luas Tambah Tanam (LTT), Kamis (12/02/2026). Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat itu menjadi bagian dari dukungan terhadap program strategis pemerintah pusat di sektor pertanian.
Forum tersebut dihadiri unsur Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara, jajaran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), hingga para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Diskusi yang dimulai pukul 09.00 Wita berlangsung interaktif dengan fokus pada pemetaan target tanam padi tahun berjalan serta strategi pencapaiannya di lapangan.
Kepala Bidang Infrastruktur Pangan, Sarana, dan Prasarana Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Sambiyo, menuturkan bahwa penentuan target luas tanam menjadi tahapan krusial dalam perencanaan produksi. “Target ini diperlukan untuk membaca proyeksi luas tanam sekaligus memperkirakan capaian produksi padi sepanjang 2026,” ungkapnya dalam rapat tersebut, sebagaimana dilansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Nunukan.
Menurutnya, kejelasan perencanaan sejak awal akan mempermudah pengendalian program, termasuk distribusi sarana produksi, kesiapan lahan, hingga pendampingan petani oleh penyuluh. Ia menilai sinergi antarinstansi menjadi kunci agar peningkatan luas tanam benar-benar berdampak pada ketersediaan pangan daerah.
Lebih lanjut, Sambiyo berharap tren perluasan areal tanam padi di Nunukan dapat terus bergerak naik dari tahun ke tahun. “Jika luas tanam meningkat, produksi otomatis terdorong dan ketahanan pangan daerah akan semakin kuat,” katanya.
Rapat persiapan ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap capaian musim tanam sebelumnya sekaligus merumuskan langkah percepatan tanam pada musim berikutnya. Pemerintah daerah menargetkan optimalisasi lahan potensial agar tidak ada area produktif yang terabaikan.
Dengan penguatan koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, serta penyuluh di tingkat lapangan, program LTT diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan beras sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah perbatasan tersebut. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan