TAPIN – Ketegangan mendadak menyelimuti kawasan Pasar Keraton setelah sebuah video memperlihatkan duel dua pria bersenjata tajam beredar luas di media sosial, Minggu (15/02/2026). Insiden yang terjadi di jantung Rantau, ibu kota Kabupaten Tapin, itu sontak membuat warga panik.
Dalam rekaman singkat yang viral, kedua pria terlihat saling mengejar dan mengayunkan senjata tajam di tengah aktivitas jual beli. Pengunjung pasar yang awalnya beraktivitas normal tiba-tiba berhamburan menyelamatkan diri, meninggalkan lapak dan barang dagangan.
Situasi tersebut membuat suasana pasar yang biasanya padat berubah mencekam hanya dalam hitungan detik. Sejumlah saksi mata mengaku tidak menyangka kekerasan terjadi di ruang publik yang setiap hari dipadati warga. “Orang-orang langsung lari, semua panik karena takut kena sasaran,” tutur seorang warga yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Video tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai platform digital dan memantik gelombang reaksi warganet. Banyak pihak mempertanyakan lemahnya pengawasan keamanan di area publik, khususnya pasar tradisional yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Hingga berita ini disusun, motif di balik aksi saling serang tersebut masih belum diketahui. Aparat disebut tengah menelusuri kronologi kejadian serta mengidentifikasi para pelaku yang terekam dalam video. “Kami berharap aparat segera bertindak tegas agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar warga lainnya yang khawatir peristiwa serupa kembali terjadi.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius soal pentingnya pengamanan ruang publik, agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat berlangsung aman tanpa rasa takut. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan