Jelang Ramadan, Polisi Tingkatkan Patroli, 600 Pelanggar Terjaring

BONTANG – Operasi Keselamatan Mahakam 2026 resmi ditutup Minggu (15/02/2026) kemarin. Selama 14 hari operasi, aparat Satlantas Polres Bontang berhasil menjaring sekitar 600 pelanggar lalu lintas yang kedapatan melanggar peraturan, mulai dari melawan arus, tidak mengenakan helm, hingga tidak menggunakan sabuk pengaman.

Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi, menyampaikan bahwa seluruh pelanggar tercatat melalui sistem ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), razia hunting, dan tilang elektronik mobile (Handheld). “Meskipun tidak semua penindakan dilakukan secara prioritas, sistem ETLE tetap berjalan efektif dan masih banyak pelanggaran yang kami temukan,” ujarnya.

Surat tilang kemudian dikirimkan ke alamat pelanggar melalui kurir. Para pelanggar diwajibkan membawa surat tersebut ke Satlantas Polres Bontang untuk menerima kode bayar sebelum menebus denda di bank. “Ini menjadi pengingat bahwa disiplin berlalu lintas bukan sekadar formalitas, tapi penting untuk keselamatan diri sendiri,” tambah AKP Purwo.

Dalam evaluasi pasca-operasi, pihak kepolisian menegaskan bahwa kedisiplinan pengendara sangat penting menjelang bulan suci Ramadan. Peningkatan patroli akan dilakukan untuk mencegah pelanggaran yang dapat memicu kecelakaan lalu lintas. “Kami mengimbau seluruh pengendara agar selalu tertib. Ingat, setiap pelanggaran bisa menjadi awal kecelakaan yang merugikan,” tegasnya.

Operasi Keselamatan Mahakam tidak hanya menekankan penegakan hukum, tetapi juga edukasi bagi masyarakat. Dengan penerapan ETLE, polisi berharap kesadaran berlalu lintas meningkat dan masyarakat semakin memahami risiko akibat pelanggaran yang tampak sepele. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com