NUNUKAN — Upaya memperkuat kemandirian pangan dari tingkat desa mulai menunjukkan hasil nyata. Desa Long Mutan, Kecamatan Krayan Tengah, mencatat momentum penting setelah kelompok TP PKK setempat sukses melaksanakan panen perdana tanaman jewawut dikenal masyarakat dataran tinggi Krayan sebagai binamud di lahan seluas dua hektare pada Senin (16/02/2026).
Lahan pertanian tersebut merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Desa yang dibiayai melalui alokasi 20 persen anggaran desa tahun 2025 dan dikelola bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Keberhasilan panen perdana ini menjadi penanda bahwa perencanaan program tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar diwujudkan hingga menghasilkan komoditas pangan bagi masyarakat.
Ketua TP PKK Kecamatan Krayan Tengah, Fetrahayu Marjuni, yang hadir langsung di lokasi, menilai capaian tersebut sebagai bukti kuat kolaborasi pemerintah desa dan warga. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini lahir dari kerja bersama yang konsisten sejak tahap pembukaan lahan hingga masa panen.
“Panen ini memperlihatkan keseriusan desa dalam mengelola ketahanan pangan. Hasil yang diperoleh bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi harapan nyata bagi keberlanjutan kebutuhan pangan masyarakat,” ujarnya, sebagaimana dilansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Nunukan, pada Selasa (17/02/2026).
Menurutnya, keberhasilan awal tersebut harus dijadikan pemicu untuk memperluas pengembangan sektor pertanian desa, baik dari sisi luasan lahan, jenis komoditas, maupun keterlibatan masyarakat. Dengan penguatan berkelanjutan, desa diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pasokan dari luar wilayah.
Panen jewawut perdana ini sekaligus menjadi tonggak optimisme baru bagi Desa Long Mutan dalam menapaki kemandirian pangan berbasis potensi lokal sebuah langkah kecil yang membuka harapan besar bagi masa depan ekonomi desa. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan