SERUYAN – Isu dugaan keterlibatan seorang pria dalam peredaran narkoba di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, menjadi perhatian publik setelah diungkap oleh anak kandungnya sendiri. Aduan tersebut sebelumnya disampaikan kepada organisasi masyarakat Gerakan Dayak Anti Narkoba Kalimantan Tengah dan kemudian menyebar luas di ruang digital.
Situasi yang dihadapi pemuda itu disebut tidak mudah. Ia dikabarkan mengalami tekanan hingga dugaan kekerasan dari pihak yang berkaitan dengan ayahnya, bahkan disertai ancaman keselamatan. Meski sempat berniat melapor ke aparat penegak hukum, langkah tersebut belum terealisasi.
Menanggapi isu yang berkembang, Kapolres Seruyan Beddy Suwendi memastikan jajarannya telah mengambil langkah penyelidikan sejak kabar itu mencuat. “Begitu informasi ini ramai diperbincangkan, saya langsung menginstruksikan anggota untuk menelusuri kebenarannya dengan dasar surat perintah resmi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (17/02/2026).
Ia menjelaskan, proses pendalaman kini ditangani oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Seruyan dengan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. “Setiap informasi yang masuk kami respons secara serius. Saat ini tim masih bekerja mengumpulkan bahan keterangan serta melakukan pendalaman di lapangan,” katanya.
Beddy juga menegaskan komitmen institusinya dalam pemberantasan narkotika tanpa pengecualian. “Tidak ada toleransi bagi pelanggaran, termasuk jika melibatkan anggota sendiri. Apabila terbukti, pasti diproses tegas sesuai aturan,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Gerakan Dayak Anti Narkoba, Ririn Binti, menyampaikan bahwa pemuda tersebut mengungkap dugaan adanya perlindungan dari oknum aparat terhadap aktivitas peredaran narkoba yang dituduhkan kepada ayahnya. “Pengakuannya menyebut ada oknum yang diduga memberi perlindungan, bahkan diklaim pernah terlihat menggunakan narkotika bersama terduga pelaku,” ujarnya.
Menurut Ririn, keberanian pemuda itu muncul karena keinginan menghentikan dampak buruk narkoba di lingkungan masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan resmi yang masuk ke kepolisian terkait dugaan tersebut, namun pihaknya menyatakan siap mempertanggungjawabkan informasi yang diterima.
Kasus ini masih berada pada tahap penyelidikan awal dan terus menjadi sorotan publik yang menantikan kejelasan proses hukumnya. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan