BANJARBARU – Kawasan Liang Anggang menjadi sorotan dalam pelaksanaan Operasi Jaran Intan 2026. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Polres Banjarbaru, wilayah tersebut mencatat angka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tertinggi dibandingkan kawasan lain selama operasi berlangsung.
Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda memaparkan, hasil analisis dan evaluasi menunjukkan Liang Anggang memiliki tingkat kerawanan yang cukup signifikan. Faktor geografis yang luas serta komposisi penduduk yang beragam dinilai ikut memengaruhi potensi tindak kriminalitas di kawasan tersebut.
Menurut Kapolres, kondisi wilayah yang terbentang luas membuat pengawasan tidak selalu mudah dilakukan. Ia menyebut karakter lingkungan yang heterogen juga menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan kejahatan.
“Wilayah Liang Anggang ini cukup luas dengan latar belakang masyarakat yang beragam. Dari hasil pemetaan kami, potensi gangguan kamtibmas, termasuk curanmor, memang relatif tinggi,” ungkap AKBP Pius, Rabu (18/02/2026).
Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku pencurian kendaraan bermotor cenderung beraksi tanpa mengenal korban. Target dipilih secara acak dengan memanfaatkan situasi yang dianggap menguntungkan.
Kapolres menjelaskan, pelaku biasanya mengamati lingkungan terlebih dahulu sebelum bertindak. Kendaraan yang diparkir tanpa kunci ganda, halaman rumah yang minim penerangan, hingga lokasi tanpa kamera pengawas menjadi sasaran empuk.
“Pelaku ini tidak spesifik mengincar orang tertentu. Mereka melihat peluang. Ketika ada kendaraan yang tidak diamankan dengan baik, di situlah aksi dilakukan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pola kejahatan yang terungkap cukup beragam. Sebagian pelaku bergerak sendiri, namun ada pula yang beraksi dalam kelompok kecil berisi dua hingga tiga orang untuk mempercepat eksekusi dan mempermudah pelarian.
Melihat tren tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memarkir kendaraan di rumah maupun di tempat umum. Penggunaan kunci tambahan, pemasangan CCTV, serta memastikan kunci tidak tertinggal di motor menjadi langkah preventif yang dinilai efektif.
AKBP Pius menegaskan, kelengahan sekecil apa pun dapat dimanfaatkan oleh pelaku. “Kesempatan itu muncul ketika pemilik kendaraan tidak waspada. Karena itu kami minta masyarakat lebih disiplin dalam mengamankan kendaraannya,” tegasnya.
Operasi Jaran Intan 2026 sendiri merupakan bagian dari upaya penindakan dan pencegahan kejahatan kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Banjarbaru. Kepolisian memastikan patroli dan pengawasan akan terus ditingkatkan, khususnya di titik-titik yang dinilai rawan. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan