BANJARMASIN – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan meningkatkan pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggelar razia dan tes urine di sebuah tempat hiburan malam di Kota Banjarmasin pada Rabu (18/02/2026).
Operasi tersebut menyasar pengunjung yang berada di lokasi secara acak. Petugas BNNP Kalsel bersama tim medis melakukan pemeriksaan di tempat guna memastikan tidak ada penyalahgunaan narkoba di tengah aktivitas hiburan malam yang masih berlangsung.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tiga orang terindikasi positif narkoba. Ketiganya langsung diamankan dan dibawa ke kantor BNNP Kalimantan Selatan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Kalimantan Selatan, Kombes Pol Andri Koko Prabowo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah pencegahan yang rutin dilakukan, khususnya menjelang momen keagamaan.
Ia menegaskan, operasi digelar sebagai bentuk antisipasi agar peredaran maupun penyalahgunaan narkotika tidak meningkat menjelang Ramadhan. “Kami melakukan kegiatan ini sebagai upaya pencegahan, terutama menjelang Ramadhan, agar tidak ada penyalahgunaan narkoba di tempat hiburan malam,” kata Andri di Banjarmasin, Rabu.
Dalam pelaksanaannya, petugas memilih pengunjung secara acak untuk menjalani tes urine. Mereka yang terpilih diminta bersikap kooperatif mengikuti prosedur pemeriksaan yang telah ditetapkan.
“Pengunjung yang kami pilih secara acak diminta mengikuti arahan petugas untuk menjalani tes urine di lokasi,” ujarnya.
Menurut Andri, razia ini bukan hanya bagian dari penegakan hukum, tetapi juga langkah preventif guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama bulan puasa. Ia memastikan seluruh tahapan pemeriksaan melibatkan tenaga medis untuk menjamin akurasi hasil tes.
Apabila hasil awal menunjukkan indikasi positif, maka yang bersangkutan akan menjalani asesmen medis lebih lanjut untuk menentukan langkah berikutnya, apakah masuk kategori pengguna yang memerlukan rehabilitasi atau proses hukum lanjutan.
“Setiap orang yang hasil tesnya mengindikasikan positif akan menjalani asesmen medis oleh tim dokter BNNP Kalsel untuk menentukan penanganan selanjutnya,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tiga orang yang terindikasi positif langsung dibawa ke kantor BNNP Kalimantan Selatan guna pemeriksaan lebih mendalam.
BNNP Kalsel menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan dan tindakan tegas demi menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba, terutama menjelang dan selama Ramadhan. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan