Pasar Blok Tiga Oke Jadi Magnet Kuliner Ramadan

NUNUKAN – Ramadan selalu menghadirkan warna tersendiri di Jalan Sanusi Blok 3 RT 6, Nunukan Barat. Sejak siang hari, kawasan tersebut berubah menjadi lautan tenda biru yang dipadati warga berburu takjil. Pasar musiman yang dikenal dengan Pasar Ramadan Blok Tiga Oke kembali menjadi magnet kuliner favorit masyarakat.

Aroma kue basah, gorengan hangat, hingga sajian khas Melayu dan Timur Tengah seperti kebab dan roti maryam menyeruak di antara deretan lapak. Tak hanya makanan tradisional, aneka minuman segar dan menu modern pun ikut meramaikan pilihan berbuka puasa.

Ketua Pasar Ramadan Blok Tiga Oke yang juga Ketua RT 06 Nunukan Barat, Supinah, menyebutkan bahwa tahun ini sekitar 40 pelaku usaha ambil bagian.

“Kalau dihitung keseluruhan, kurang lebih 40 pedagang bergabung tahun ini. Alhamdulillah antusiasmenya tetap tinggi,” kata Supinah, dilansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kamis (19/02/2026).

Pasar dibuka setiap hari mulai pukul 13.00 WITA hingga menjelang azan magrib. Suasana tahun ini dibuat lebih semarak dengan konsep seragam bernuansa biru, mulai dari busana pedagang hingga taplak meja.

“Kami sepakat tampil kompak dengan warna biru. Selain agar terlihat rapi dan berbeda, ini juga bentuk apresiasi kepada sponsor, termasuk Bank BPD Kaltimtara yang membantu penyediaan 15 tenda dan gapura. Untuk taplak meja, kami mendapat dukungan dari Saturiah,” jelasnya.

Tak hanya kuliner, pasar ini juga menghadirkan dua pelaku usaha baru yang menjajakan pakaian muslim dan kue kering untuk kebutuhan Lebaran. Kehadiran mereka menambah variasi belanja warga yang datang.

Menariknya, Supinah tak hanya memimpin, tetapi juga ikut berjualan. Ia menyiapkan sekitar 35 menu setiap hari, dengan sejumlah hidangan yang menjadi favorit pembeli. “Menu yang paling sering dicari itu ikan asin gami, daun singkong, sambal terung pipit udang, dan yang paling cepat habis biasanya daging lada hitam,” ujarnya.

Supinah mengaku bersyukur pasar yang dipimpinnya mendapat perhatian pemerintah daerah, termasuk dukungan dari Bupati Nunukan. “Kami berterima kasih atas dukungan Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, terhadap pelaku usaha di Blok Tiga Oke ini,” tuturnya.

Namun, di balik ramainya pembeli, kebutuhan modal menjadi tantangan tersendiri. Supinah berharap ada skema pinjaman khusus selama Ramadan untuk membantu pedagang menambah stok bahan dan variasi menu.

“Kalau memungkinkan, kami berharap ada pinjaman modal sementara selama Ramadan, sekitar Rp5 juta sampai Rp10 juta per pedagang. Itu akan sangat membantu untuk perputaran usaha,” ungkapnya.

Menanggapi harapan tersebut, Kepala Bidang UKM DKUKMPP Kabupaten Nunukan, Mardiana, menyampaikan bahwa hingga kini belum ada program bantuan modal khusus bagi pedagang musiman Ramadan.

“Sampai saat ini belum ada program bantuan modal yang secara khusus dialokasikan untuk Ramadan,” katanya.

Meski demikian, pemerintah daerah tengah menyiapkan skema kredit berbunga nol persen bagi pelaku usaha mikro. Program itu masih dalam tahap pembahasan rancangan peraturan bupati dan ditargetkan dapat diluncurkan pada triwulan kedua 2026.

“Kami sedang memproses skema kredit nol persen untuk pelaku usaha mikro. Saat ini masih tahap pembahasan regulasi, dan mudah-mudahan bisa direalisasikan pada triwulan kedua 2026,” jelasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan berbagai pihak, Pasar Ramadan Blok Tiga Oke diharapkan tetap menjadi ruang berkah bagi pelaku UMKM sekaligus destinasi kuliner yang dinanti warga setiap Ramadan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com