Nunukan Siapkan Strategi Tekan Gejolak Harga

NUNUKAN – Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Pemerintah Kabupaten Nunukan mulai memanaskan mesin pengawasan harga. Rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) digelar Kamis (19/02/2026) untuk memastikan lonjakan permintaan bahan pokok tidak berujung pada gejolak harga di pasaran.

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah dan dihadiri jajaran strategis, mulai dari Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, hingga kepala dinas teknis seperti Perhubungan, Ketahanan Pangan dan Pertanian, Perikanan, Lingkungan Hidup, Satpol PP, serta Bappeda dan Litbang.

Fokus utama pembahasan adalah ketersediaan stok sembako dan kelancaran distribusi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kepala Bidang Perdagangan DKUKMPP Nunukan, Dior R. Frames, menegaskan bahwa kondisi pasokan bahan pokok saat ini relatif aman.

“Distribusi barang sudah kembali normal. Kapal KM Thalia yang sebelumnya menjalani docking kini kembali beroperasi, sehingga pengiriman sembako, terutama beras, berjalan lancar,” ujar Dior, sebagaimana dilansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kamis (19/02/2026).

Ia menjelaskan, stok ayam potong dan ayam petelur juga dalam kondisi mencukupi. Pasokan berasal dari produksi lokal, sementara kebutuhan telur turut disuplai dari Sulawesi. Namun, untuk komoditas cabai merah dan cabai rawit, pemerintah memperkirakan adanya kenaikan harga menjelang Lebaran akibat meningkatnya permintaan pasar.

“Permintaan biasanya melonjak menjelang hari raya. Untuk cabai, kami sudah mengantisipasi potensi kenaikan harga karena konsumsi masyarakat cenderung meningkat,” katanya.

Pemkab Nunukan juga meminta para pedagang pasar memperbesar volume pemesanan barang sejak dini agar tidak terjadi kekosongan stok saat puncak belanja. Di sisi lain, daerah pemasok diminta menjaga ritme distribusi agar rantai pasok tetap stabil.

Upaya intervensi harga turut dilakukan melalui pasar murah. Sebelumnya, pemerintah menjual minyak goreng merek Viola dengan harga Rp18.000 per 800 mililiter dan Rp36.000 per 1.800 mililiter. Program tersebut akan kembali digelar Sabtu mendatang di Pasar Perbatasan, Nunukan Selatan.

Tak hanya itu, agenda pasar murah juga dijadwalkan berlangsung pada 23–27 Februari di wilayah Sebuku, Sembakung, dan Lumbis sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat.

Selain stabilisasi harga, pemerintah turut membahas penataan Pasar Ramadan di Pulau Nunukan. Sejumlah titik yang disiapkan antara lain kawasan Alun-Alun, Blok 3, dan UKM Center. Penataan ini dimaksudkan agar aktivitas jual beli selama Ramadan berlangsung tertib dan nyaman.

Pemkab Nunukan memastikan koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat hingga Idulfitri tiba, dengan harapan distribusi tetap lancar dan harga bahan pokok terkendali. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com