BANJARBARU – Malam Ramadan di kawasan Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, berubah tegang saat sekelompok remaja diduga hendak melakukan aksi tawuran, Jumat (20/02/2026) dini hari.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar 12 remaja berkumpul di area Binaputra dengan mengendarai sepeda motor. Kecurigaan warga muncul ketika beberapa di antara mereka terlihat membawa senjata tajam, seperti parang dan bilah panjang.
Warga yang tengah bersiap santap sahur segera berkoordinasi dan mendekati lokasi. Situasi sempat memanas ketika para remaja menyadari keberadaan warga dan berusaha melarikan diri ke arah sungai serta lahan rawa di sekitar kawasan tersebut.
Dalam kepanikan, sejumlah senjata tajam terjatuh dan tertinggal di lokasi. Empat remaja berhasil diamankan warga, sementara lainnya kabur meninggalkan kendaraan mereka. Sedikitnya empat unit sepeda motor ditemukan dalam kondisi terparkir di semak-semak.
Seorang warga yang ikut mengamankan remaja tersebut menuturkan, awalnya mereka hanya mengira rombongan itu sekadar berkumpul. “Awalnya kami kira cuma nongkrong biasa. Tapi saat terlihat ada yang membawa parang, kami langsung waspada dan sepakat membubarkan,” ucapnya.
Warga lain menyebut para remaja tampak panik saat diteriaki. “Begitu diteriaki warga, mereka langsung lari berpencar. Ada yang ke arah sungai, ada juga yang meninggalkan motor begitu saja,” katanya.
Barang bukti berupa senjata tajam dan sepeda motor telah diserahkan kepada aparat kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.
Di waktu yang hampir bersamaan, beredar video di media sosial yang menyebut terjadi pembegalan di kawasan Banua Anyar, Banjarmasin. Narasi dalam pesan berantai itu menyebut lokasi kejadian berada di sekitar Museum Wasaka.
Namun, penelusuran di lapangan tidak menemukan adanya peristiwa sebagaimana yang disebutkan. Warga sekitar memastikan situasi pada Jumat subuh berlangsung aman dan terkendali. “Sampai pagi tadi tidak ada keributan di sini. Kami tidak melihat kejadian seperti yang ramai dibicarakan,” ujar seorang warga setempat.
Aparat mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya serta menyerahkan penanganan kasus dugaan tawuran di Landasan Ulin kepada pihak berwenang. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan