BANJARMASIN – Operasi Patroli Ramadan yang digelar Satreskrim Polresta Banjarmasin pada Minggu (22/02/2026) dini hari berujung pengamanan massal. Sedikitnya 41 orang, mayoritas remaja dan anak di bawah umur, digiring petugas dari sejumlah titik berbeda di kota ini.
Penindakan dilakukan pada hari keempat patroli rutin Ramadan. Tiga kawasan menjadi fokus penyisiran, yakni Kecamatan Banjarmasin Selatan, Banjarmasin Tengah, dan Banjarmasin Timur. Di lokasi-lokasi tersebut, aparat menemukan sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan aksi tawuran.
Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Eru Alsepa, menjelaskan bahwa para remaja itu diamankan karena menunjukkan indikasi kuat akan terlibat bentrokan serta perang sarung yang kerap muncul saat Ramadan. “Mereka kami temukan di tiga titik berbeda. Sebagian terindikasi hendak tawuran, ada pula yang kedapatan menghirup lem dan dalam kondisi mabuk,” ujarnya, Minggu (22/02/2026).
Selain mengamankan puluhan remaja, polisi juga menyita dua bilah senjata tajam dari lokasi berbeda. Salah satu senjata memiliki panjang sekitar 30 sentimeter, sementara lainnya lebih panjang dan telah dimodifikasi menyerupai celurit. “Dua senjata tajam turut kami amankan. Salah satunya sengaja dirakit agar bentuknya seperti celurit,” ungkap Eru.
Menurutnya, langkah cepat ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi bentrokan yang dapat membahayakan keselamatan warga maupun para remaja itu sendiri. Seluruh yang diamankan kemudian dibawa ke Mapolresta Banjarmasin untuk didata dan menjalani proses pembinaan. “Kami akan memanggil orang tua mereka. Pendekatan pembinaan menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Polresta Banjarmasin memastikan patroli serupa akan terus digelar selama Ramadan, terutama pada jam rawan setelah salat tarawih hingga menjelang sahur. Aparat berharap pengawasan ketat ini mampu menekan potensi tawuran dan penyalahgunaan barang berbahaya di kalangan remaja. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan