Pasokan BBM Krayan Kritis? Tidak Lagi, Pesawat Baru Beroperasi

NUNUKAN – Insiden jatuhnya pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/02/2026), sempat memicu kekhawatiran warga terkait ketersediaan BBM. Namun, situasi kini telah terkendali berkat langkah cepat pihak Pertamina dan dukungan armada pengganti.

Anggota Komisi II DPR RI dapil Kalimantan Utara, Deddy Sitorus, memastikan distribusi BBM ke Krayan tidak terganggu. Menurutnya, armada baru telah disiapkan untuk menjangkau wilayah terpencil yang masuk kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

“Pesawat pengganti sudah siap terbang sejak Sabtu (21/02/2026). Operasional dan keselamatan penerbangan kami kawal ketat,” kata Deddy Sitorus kepada detikKalimantan. Ia juga membagikan hasil koordinasi dengan Direktur Utama Patra Niaga, menegaskan bahwa pasokan BBM telah kembali normal.

Di lapangan, Rustam, salah satu penyalur BBM untuk Krayan Tengah dan Selatan, membenarkan bahwa distribusi berjalan lancar. “Begitu insiden terjadi, pesawat pengganti Aman Air langsung disiapkan. Distribusi BBM aman, tidak ada hambatan,” ujarnya.

Camat Krayan, Roni Firdaus, menambahkan, keberadaan pesawat kargo bagi masyarakat Krayan sangat vital. Selain menjadi alat transportasi, pesawat tersebut menjadi urat nadi kehidupan, terutama dalam penyediaan BBM dan logistik.

“Krayan memiliki empat SPBU yang selama ini pasokannya hanya diantar oleh dua armada. Saat satu armada mengalami kecelakaan, otomatis kapasitas terpaksa menurun. Beruntung, sekarang ada pesawat pengganti sehingga kebutuhan BBM tetap terpenuhi,” jelas Roni.

Dengan pengoperasian pesawat baru, masyarakat Krayan bisa bernapas lega. Pihak Pertamina dan DPR RI Kaltara menegaskan akan terus memantau operasional armada agar pasokan BBM ke wilayah perbatasan tetap aman dan stabil. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com