Dari Desa untuk Desa, Malinau Cetak Generasi Sarjana

Pemkab Malinau melalui Program Desa Sarjana Unggul membiayai pendidikan ribuan mahasiswa untuk mencetak SDM yang kembali membangun desa.

MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) melalui Program Desa Sarjana Unggul yang telah berjalan selama enam tahun dan menyasar generasi muda desa.

Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, menyampaikan program tersebut dirancang untuk mencetak sarjana yang tidak hanya berpendidikan tinggi, tetapi juga memiliki komitmen kembali membangun daerah asal.

“Program ini kami bangun dengan semangat dari desa, oleh desa, dan untuk desa. Harapannya, anak-anak Malinau yang telah menempuh pendidikan tinggi bisa kembali dan berkontribusi bagi kemajuan kampung halamannya,” ujarnya saat mengikuti Kick-Off dan Sosialisasi Program Pendampingan Peserta Desa Sarjana Unggul Tahun 2026 secara daring, sebagaimana dilansir Antara, Sabtu, (29/03/2026).

Menurutnya, sejak diluncurkan pada 2021, program tersebut telah menjangkau hampir 2.000 peserta dari 103 desa yang melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Seluruh pembiayaan ditanggung penuh oleh APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Malinau, mulai dari biaya kuliah, biaya hidup, hingga kebutuhan tempat tinggal mahasiswa. Orang tua cukup mendoakan dan memberi semangat. Semua kebutuhan pendidikan sudah kami tanggung,” katanya.

Para peserta tersebar di berbagai wilayah seperti Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Bali, hingga luar negeri seperti Tiongkok, Malaysia, dan Yaman, dengan bidang studi strategis mulai dari kedokteran, teknik, hingga keagamaan.

Wempi menegaskan, fokus utama program ini bukan hanya pada jumlah lulusan, tetapi pada dampak jangka panjang dalam menciptakan agen perubahan yang mampu mendorong kemajuan ekonomi desa.

“Keberhasilan yang diraih bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Republik Indonesia, Fauzan, mengapresiasi langkah Pemkab Malinau dalam memperkuat pembangunan SDM.

“Ilmu saja tidak cukup. Kita juga harus membangun spiritualitas dan komunikasi yang kuat agar nilai-nilai kehidupan semakin kokoh,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan strategi jangka panjang yang krusial bagi kemajuan daerah, meskipun hasilnya tidak dapat dirasakan secara instan.

“Terus terang saya merinding mendengar apa yang disampaikan oleh Bupati Malinau yang sangat menginspirasi melalui programnya yang luar biasa,” ungkapnya.

Program Desa Sarjana Unggul menjadi salah satu inovasi strategis Pemkab Malinau dalam memperkuat kualitas SDM, sekaligus mendorong pembangunan desa berbasis pendidikan dan pemberdayaan generasi muda. []

Penulis: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com