Infrastruktur Energi Kuwait Diserang, 1 Pekerja Tewas

Serangan yang dikaitkan dengan Iran menewaskan seorang pekerja dan merusak fasilitas pembangkit listrik di Kuwait.

KUWAIT – Eskalasi konflik di kawasan Asia Barat kembali berdampak pada infrastruktur sipil setelah serangan yang dikaitkan dengan Iran menghantam fasilitas pembangkit listrik di Kuwait, menewaskan seorang pekerja asing dan menyebabkan kerusakan signifikan.

Serangan tersebut menyasar bangunan layanan di kompleks pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air. Korban tewas dilaporkan merupakan pekerja asal India yang berada di lokasi saat insiden terjadi.

Juru bicara Kementerian Energi Kuwait, Fatima Abbas Jawhar Hayat, mengonfirmasi dampak serangan tersebut. “Sebuah bangunan layanan di pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air diserang sebagai bagian dari agresi Iran terhadap Negara Kuwait, yang mengakibatkan kematian seorang pekerja India dan kerusakan material yang signifikan pada bangunan tersebut,” ujarnya, sebagaimana dilansir AFP, Senin, (30/03/2026).

Ia menambahkan bahwa selain korban jiwa, serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas pendukung operasional pembangkit.

Peristiwa ini merupakan bagian dari rangkaian serangan yang disebut-sebut dilancarkan Iran ke wilayah Kuwait dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, serangan serupa dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 12 orang, yang dikaitkan sebagai respons terhadap aksi militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan.

Selain menargetkan fasilitas energi, serangan juga dilaporkan menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait. Bahkan, pada Kamis (12/03/2026), serangan turut menghantam Bandara Internasional Kuwait hingga menyebabkan kerusakan material.

Ketegangan meningkat setelah Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam Iran menyampaikan ancaman balasan terbuka terhadap Amerika Serikat dan Israel. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut serangan militer yang dimulai pada 28 Februari sebagai pelanggaran hukum internasional dan nilai kemanusiaan.

Pasukan elit tersebut juga menyampaikan ancaman keras. “Kami akan membuka pintu api bagi mereka dan tidak akan berhenti sampai musuh dikalahkan,” demikian pernyataan yang disampaikan.

Lebih lanjut, mereka memperingatkan bahwa pihak yang dianggap sebagai lawan tidak akan merasa aman di mana pun. “Musuh harus tahu bahwa hari-hari kenyamanan mereka telah berakhir, dan bahwa mereka tidak akan aman di mana pun di dunia – bahkan di rumah mereka sendiri.”

Pernyataan itu sekaligus menegaskan komitmen Iran untuk terus melakukan perlawanan hingga tujuan strategisnya tercapai, termasuk membalas serangan terhadap warga sipil dan pejabatnya.

Serangan terhadap infrastruktur vital di Kuwait ini memperlihatkan meluasnya dampak konflik di kawasan, sekaligus meningkatkan kekhawatiran global terhadap stabilitas energi dan keamanan sipil di Timur Tengah. []

Penulis: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com