Karhutla di Kelurahan Baamang Hulu terjadi dekat jalur operasional Bandara H Asan Sampit, sementara petugas BPBD Kotim menghadapi kendala sumber air saat pemadaman.
KOTAWARINGIN TIMUR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Baamang Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (03/07/2026) sekitar pukul 15.50 Waktu Indonesia Barat (WIB), mendapat perhatian serius karena terjadi di sekitar jalur operasional Bandara H Asan Sampit.
Lokasi kebakaran yang berada dekat jalur lepas landas (take off) dan pendaratan (landing) pesawat membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim segera menyiapkan operasi pemadaman. Langkah cepat dilakukan untuk mencegah api meluas dan meminimalkan potensi gangguan asap di sekitar kawasan bandara, sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Jumat (03/07/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, titik kejadian masih dalam kondisi aktif saat pertama kali terpantau. Personel dan peralatan pemadaman langsung disiapkan menuju lokasi.
“Karhutla di wilayah Baamang Hulu masih dalam kondisi aktif dekat dengan bandara. Kami akan melaksanakan operasi pemadaman. Personel dan peralatan sedang dipersiapkan,” kata Multazam, Jumat (03/07/2026) siang.
Menurut Multazam, pemadaman tidak hanya berfokus pada pengendalian api, tetapi juga pemantauan asap yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan operasional di sekitar bandara. Namun, petugas menghadapi kendala terbatasnya sumber air di sekitar lokasi.
“Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala terbatasnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Kondisi tersebut membuat proses penanganan membutuhkan usaha lebih dari para petugas. Air untuk pemadaman terbatas di parit. Jarak antara sumber air dengan lokasi kebakaran sekitar 100 meter,” ujarnya.
Meski sumber air terbatas, BPBD Kotim bersama unsur terkait tetap berupaya memaksimalkan penanganan agar api tidak merambat ke area yang lebih luas. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api baru agar penanganan dapat dilakukan sejak dini. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan