Seorang balita perempuan di Kobar mengalami luka serius di wajah, tangan, dan kaki setelah diserang monyet peliharaan yang diduga kerap dilepas di permukiman warga.
KOTAWARINGIN BARAT – Kelalaian dalam mengawasi hewan peliharaan kembali menjadi sorotan setelah seorang balita perempuan berinisial DRN mengalami luka serius akibat diserang monyet peliharaan yang lepas di Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Jumat (03/07/2026).
Korban mengalami luka gigitan dan cakaran di wajah, tangan, serta kaki. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke Unit Gawat Darurat (UGD) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Karang Mulya untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban berinisial DRN mengalami luka serius setelah diserang secara tiba-tiba. Gigitan dan cakaran monyet mengenai bagian wajah, tangan, serta kaki korban hingga membuat balita tersebut bersimbah darah dan menangis histeris,” ujar Petugas Puskesmas Karang Mulya, Sadikin, sebagaimana diberitakan Detik, Jumat, (03/07/2026).
Sadikin mengatakan kondisi luka korban cukup berat, terutama di bagian pipi kiri. Tenaga medis kemudian memutuskan merujuk korban ke Rumah Sakit (RS) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun agar mendapat perawatan lebih lengkap.
“Namun karena luka yang dialami cukup berat, terutama di bagian pipi kiri, tenaga medis memutuskan merujuk korban ke RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun agar mendapat perawatan yang lebih lengkap,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, monyet tersebut merupakan hewan peliharaan salah seorang warga. Satwa itu diduga kerap dilepas sehingga bebas berkeliaran di sekitar permukiman.
Sejumlah warga mengaku sebelumnya sudah beberapa kali mengingatkan pemilik agar monyet tersebut dikandangkan atau diikat. Peringatan itu disampaikan karena warga khawatir hewan tersebut membahayakan anak-anak yang kerap bermain di sekitar lokasi.
Kekhawatiran warga akhirnya terjadi setelah monyet tersebut menyerang DRN. Peristiwa itu memicu kepanikan sekaligus kemarahan warga yang menilai pemilik lalai mengawasi hewan peliharaannya.
“Tak lama setelah kejadian, warga mengambil tindakan dengan melumpuhkan monyet tersebut agar tidak kembali menyerang orang lain. Hewan itu dilaporkan mati, kemudian bangkainya diambil oleh pemiliknya,” katanya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga agar tidak sembarangan memelihara satwa liar, terutama di lingkungan permukiman. Pengawasan pemilik hewan dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa dan melindungi keselamatan anak-anak maupun warga sekitar. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan