Lonjakan skor menjadi 87,23 dan capaian toleransi sebesar 93,38 mengantarkan Kaltara menduduki peringkat pertama Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025.
BULUNGAN – Lonjakan nilai sebesar 8,29 poin dalam satu tahun mengantarkan Kalimantan Utara (Kaltara) menempati peringkat pertama Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025 dengan skor 87,23. Capaian tertinggi secara nasional itu terutama ditopang dimensi toleransi yang memperoleh skor 93,38.
Hasil IKUB 2025 tersebut menempatkan Kaltara di atas Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mencatat skor 86,52 dan Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dengan skor 85,41. Kaltara juga menggeser Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menduduki peringkat pertama selama tiga tahun sebelumnya.
Capaian tersebut sebagaimana dilansir Kementerian Agama, Kamis (06/08/2026), menunjukkan skor Kaltara berada 9,34 poin di atas rata-rata nasional yang tercatat sebesar 77,89.
Selain toleransi, IKUB mengukur dua dimensi lain, yakni kesetaraan serta kerja sama atau kebersamaan antarumat beragama. Kaltara memperoleh skor 84,43 pada dimensi kebersamaan dan 83,88 pada dimensi kesetaraan.
Data itu memperlihatkan toleransi menjadi kekuatan utama dalam kehidupan antarumat beragama di Kaltara. Tingginya skor tersebut mencerminkan tingkat penerimaan masyarakat terhadap perbedaan agama dan kepercayaan serta kuatnya sikap saling menghormati dalam kehidupan sosial.
Peningkatan nilai IKUB Kaltara berlangsung secara konsisten dalam lima tahun terakhir. Skornya tercatat sebesar 75,63 pada 2021, kemudian meningkat menjadi 78,55 pada 2022 dan 78,64 pada 2023.
Nilai tersebut kembali naik menjadi 78,94 pada 2024 sebelum melonjak menjadi 87,23 pada 2025. Sepanjang periode itu, skor Kaltara juga selalu berada di atas rata-rata nasional.
Kerukunan tersebut tumbuh di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang agama beragam. Berdasarkan data kependudukan, sebanyak 73,3 persen penduduk Kaltara memeluk Islam, 19,4 persen Protestan, 6,7 persen Katolik, dan 0,6 persen memeluk agama lainnya.
Keberagaman penduduk menjadi modal sosial bagi daerah untuk membangun kehidupan masyarakat yang damai dan saling menghargai. Namun, capaian indeks tersebut tetap memerlukan upaya berkelanjutan agar kerukunan tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dirasakan secara nyata oleh seluruh kelompok masyarakat.
Peringkat pertama IKUB diharapkan menjadi dorongan bagi pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat untuk terus memperkuat toleransi, kesetaraan, serta kebersamaan sebagai fondasi pembangunan Kaltara. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan