Bangun GBI Transformer, Palangka Raya Perkuat Semangat Huma Betang

Pembangunan GBI Jemaat Transformer diharapkan memperkuat pelayanan keagamaan sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkot Palangka Raya menjaga toleransi dan kerukunan berdasarkan semangat Huma Betang.

PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya menegaskan komitmennya menjaga toleransi, kerukunan, serta kebebasan beribadah bagi seluruh umat beragama seiring dimulainya pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat Transformer di Jalan Badak XII, Jumat (07/08/2026).

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya Arbert Tombak saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan GBI Jemaat Transformer. Pemerintah berharap gereja tersebut tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan mental, spiritual, dan karakter jemaat serta memberi manfaat bagi masyarakat.

“Hari ini bukan sekadar menandai dimulainya pekerjaan konstruksi fisik, melainkan juga penancapan fondasi iman, harapan, dan komitmen pelayanan yang lebih luas bagi masyarakat di Kota Cantik Palangka Raya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sebagaimana diberitakan Media Center Palangka Raya, Jumat, (07/08/2026).

Arbert mengungkapkan, berdasarkan data kependudukan Kota Palangka Raya tahun 2025, jumlah penduduk beragama Kristen mencapai 81.182 jiwa, sedangkan umat Katolik sebanyak 6.389 jiwa. Kehidupan keagamaan masyarakat didukung keberadaan sekitar 200 hingga lebih dari 300 gereja dan sarana ibadah yang tersebar di lima kecamatan.

Menurut dia, data tersebut tidak hanya menunjukkan perkembangan kehidupan spiritual masyarakat, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab pemerintah dalam menjamin keamanan dan kenyamanan setiap warga untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinannya.

Semangat tersebut, kata Arbert, sejalan dengan Falsafah Huma Betang yang menjadi salah satu landasan kehidupan masyarakat Palangka Raya dengan menempatkan toleransi, keharmonisan, kesetaraan, dan kerukunan sebagai nilai utama.

“Pemerintah Kota Palangka Raya senantiasa berkomitmen menjaga iklim kehidupan beragama yang kondusif. Kota ini dibangun di atas semangat Falsafah Huma Betang, rumah besar yang menjunjung tinggi toleransi, keharmonisan, kesetaraan, dan kerukunan antarumat beragama,” jelasnya.

Pemkot Palangka Raya berharap pembangunan GBI Jemaat Transformer dapat berjalan aman, lancar, dan selesai tepat waktu. Setelah beroperasi, gereja tersebut diharapkan menjadi ruang pelayanan yang memancarkan kasih, kedamaian, dan kebaikan kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

Nama “Transformer” juga diharapkan merepresentasikan semangat perubahan menuju kehidupan yang lebih baik melalui pembinaan mental, spiritual, dan pembentukan karakter jemaat.

Sebelumnya, Arbert menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada pengurus, panitia pembangunan, serta jemaat GBI Transformer atas dimulainya pembangunan rumah ibadah tersebut.

Melalui momentum pembangunan gereja ini, Pemkot Palangka Raya juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan, toleransi, dan gotong royong sebagai modal untuk menjaga Palangka Raya tetap harmonis, inklusif, dan kondusif di tengah keberagaman masyarakatnya. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com