Tim gabungan harus mencari metode aman untuk mengevakuasi jasad Aam Amelia dari sumur sedalam 11-12 meter setelah menemukan ular kobra besar di dasar sumur.
TASIKMALAYA – Tim gabungan menghadapi kendala dalam mengevakuasi jasad Aam Amelia (45) dari sebuah sumur di Kampung Cilolohan, Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, setelah menemukan ular kobra berukuran besar di dasar sumur. Kondisi tersebut membuat petugas harus mencari metode evakuasi yang aman agar tidak menimbulkan korban tambahan.
Kapolsek Tanjungjaya Hendi Herdiansyah mengatakan polisi telah berkoordinasi dengan sejumlah unsur untuk menangani proses evakuasi. “Benar, kami menerima laporan masyarakat terkait penemuan mayat dalam sumur. Kami berkoordinasi dengan Pos SAR Tasikmalaya, Tagana, BPBD, TNI, dan aparat lainnya untuk evakuasi korban,” kata Hendi, sebagaimana dilansir DetikJabar, Rabu (12/08/2026).
Tim gabungan yang terlibat antara lain Pos Search and Rescue (SAR) Tasikmalaya, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tentara Nasional Indonesia (TNI), kepolisian, serta unsur terkait lainnya.
Kendala utama muncul ketika petugas mengetahui adanya ular kobra besar dan berbahaya di dasar sumur. Kondisi itu membuat proses evakuasi tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa karena petugas harus mempertimbangkan keselamatan personel yang akan turun ke dalam sumur.
“Jadi memang sudah dicoba ke dalam, tapi ada ular kobra besar dan berbahaya. Tim SAR masih berupaya mencari jalan keluar evakuasi yang aman dan tidak berisiko menyebabkan korban lain,” ujar Hendi.
Jasad Aam sebelumnya diketahui berada di dalam sumur dengan kedalaman sekitar 11 hingga 12 meter. Penemuan bermula ketika warga mencium bau tidak sedap yang berasal dari sekitar lokasi sumur.
Setelah dilakukan pemeriksaan, warga mengetahui sumber bau menyengat tersebut berasal dari dalam sumur. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada aparat sehingga proses penanganan dan evakuasi segera dikoordinasikan dengan tim gabungan.
Mengenai latar belakang korban, Hendi menyampaikan bahwa informasi dari warga menyebut Aam mengalami gangguan kejiwaan. Namun, pihak kepolisian belum menjadikan informasi tersebut sebagai kesimpulan mengenai penyebab korban berada di dalam sumur.
“Menurut keterangan warga, korban memang mengalami gangguan kejiwaan. Namun, saat ini kami masih fokus pada upaya evakuasi jasadnya,” tutur Hendi.
Hingga proses evakuasi berlangsung, tim masih memprioritaskan keselamatan petugas sekaligus memastikan jasad korban dapat dikeluarkan dari sumur secara aman. Setelah evakuasi selesai, penanganan lebih lanjut terhadap jasad korban dapat dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan