Erdogan Tuduh Israel Berupaya Singkirkan Isu Palestina

Pertemuan Erdogan dan Mahmoud Abbas di Ankara menegaskan kembali komitmen Turki mendukung pembentukan negara Palestina di tengah konflik dan ketegangan Timur Tengah.

ANKARA – Pertemuan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Ankara menghasilkan penegasan kembali dukungan Turki terhadap perjuangan pembentukan negara Palestina. Dalam pertemuan tersebut, Erdogan menilai pemerintah Israel di bawah Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu berupaya menggeser isu Palestina dari perhatian dunia di tengah konflik yang terus berlangsung di kawasan.

Erdogan menyampaikan sikap itu saat konferensi pers bersama Abbas, yang melakukan kunjungan ke Turki. “Tujuan pemerintah Netanyahu adalah untuk menghapus Palestina dari agenda bersama umat manusia dengan mengambil keuntungan dari kekacauan dan konflik baru di kawasan ini,” kata Erdogan dalam konferensi pers bersama Presiden Palestina, Mahmoud Abbas yang berkunjung ke Turki, sebagaimana dilansir AFP, Kamis (13/08/2026).

Erdogan juga memastikan Turki akan terus mendukung pembentukan negara Palestina. “Apa pun yang mereka lakukan, mereka tidak akan berhasil. Perjuangan Palestina akan terus tumbuh di hati masyarakat sementara mereka mencoba menghancurkannya,” ujar Erdogan, seraya bersumpah bahwa Turki akan terus berjuang untuk pendirian negara Palestina.

Pernyataan tersebut mempertegas posisi Ankara yang selama ini konsisten mendukung Palestina dan mengecam kebijakan pemerintah Israel. Erdogan sebelumnya menuduh pemerintahan Netanyahu melakukan “genosida” di Gaza serta menjalankan kebijakan ekspansionis di Tepi Barat, Lebanon, Suriah, dan wilayah sekitarnya.

Abbas tiba di Ankara pada Selasa (11/08/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi penasihat diplomatiknya, Majdi Khalidi, kepala intelijen Majed Faraj, serta pejabat senior Palestina Ziad Abu Amr.

Sehari setelah kedatangannya, Abbas bertemu Erdogan untuk membahas perkembangan situasi di Timur Tengah. Pertemuan itu dinilai penting oleh Abbas dalam upaya membicarakan kondisi kawasan dan masa depan Palestina.

Abbas menyebut pembicaraan dengan Erdogan sebagai “penting dan bermanfaat.” Pertemuan kedua pemimpin tersebut berlangsung ketika isu Palestina masih menjadi salah satu persoalan utama dalam dinamika politik dan keamanan Timur Tengah.

Selain membahas perkembangan kawasan, agenda politik Palestina juga mulai memasuki tahapan baru. Pada Juli lalu, Abbas menyatakan pemilihan legislatif Palestina dijadwalkan berlangsung pada 28 November, sedangkan pemilihan presiden akan digelar pada awal tahun berikutnya.

Pertemuan Erdogan dan Abbas sekaligus memperlihatkan upaya Palestina memperoleh dukungan diplomatik di tengah konflik dan tekanan politik di kawasan. Bagi Turki, dukungan terhadap pembentukan negara Palestina tetap menjadi bagian penting dari sikap politik Ankara terhadap perkembangan Timur Tengah. []

Redaksi1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com