Fraksi Golkar mengubah sejumlah posisi strategis di DPR, mulai dari sekretaris fraksi hingga pimpinan Komisi II, III, dan X.
JAKARTA – Fraksi Partai Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melakukan rotasi sejumlah posisi strategis di alat kelengkapan dewan (AKD), termasuk pergantian pimpinan komisi dan sekretaris fraksi. Perubahan tersebut mulai berlaku bersamaan dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR, Muhammad Sarmuji, mengatakan perubahan susunan tersebut telah diumumkan dalam rapat paripurna DPR. Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Rabu (19/08/2026), rotasi itu tertuang dalam surat FPG tertanggal 14 Agustus mengenai penetapan susunan keanggotaan AKD.
“Saya ingin melaporkan pada teman-teman juga rekan-rekan fraksi bahwa ada perubahan susunan pimpinan fraksi, per hari ini sudah diumumkan di rapat paripurna,” ujar Sarmuji di acara pengarahan ketua umum di kantor partai, Selasa (18/8).
Salah satu perubahan terjadi pada struktur internal fraksi. Gde Sumarjaya Linggih kini dipercaya sebagai Sekretaris Fraksi menggantikan Sari Yuliati yang sebelumnya ditunjuk menjadi Wakil Ketua DPR menggantikan Adies Kadir.
Rotasi juga menyasar jajaran pimpinan Komisi II DPR. Zulfikar Arse yang sebelumnya menduduki posisi Wakil Ketua Komisi II dari Golkar digantikan Agun Gunanjar Sudarsa. Sementara itu, kursi Wakil Ketua Komisi III yang sebelumnya kosong kini ditempati Daniel Mutaqien Syafiuddin.
Perubahan serupa terjadi di Komisi X DPR. Hetifah Sjaifudian tidak lagi menjabat sebagai ketua dan dipindahkan menjadi anggota Komisi VII Bidang Sosial Keagamaan. Posisi Ketua Komisi X selanjutnya ditempati Agung Widyantoro.
Sarmuji mengakui proses rotasi tersebut tidak mudah. Ia menyebut sejumlah anggota fraksi memiliki kedekatan dengan pengurus pusat maupun organisasi pendiri Partai Golkar, seperti Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Kosgoro, dan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi).
“Jadi pokoknya ngeri-ngeri sedap sekarang ini. Padahal ketua fraksinya masih sekjen, kalau ketua fraksinya bukan sekjen lebih pusing lagi itu. Jadi saya sampaikan laporan ini sekaligus minta perlindungan pada Ketua Umum ini,” kata Sarmuji di depan Ketua Umum Bahlil Lahadalia yang ikut hadir pada kesempatan itu.
Dengan perubahan tersebut, komposisi FPG di sejumlah AKD DPR kini mengalami penyesuaian, baik pada tingkat pimpinan maupun keanggotaan. Rotasi itu sekaligus menjadi bagian dari penataan internal fraksi dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan DPR. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan