Satu Hektare Lahan Bekas Terbakar Ditemukan di Dedai

Polsek Dedai memverifikasi tiga titik panas yang terdeteksi satelit dan menemukan sekitar satu hektare lahan bekas terbakar, sementara pemilik lahan belum diketahui.

SINTANG – Sekitar satu hektare lahan bekas terbakar ditemukan di Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa (18/08/2026). Saat personel Kepolisian Sektor (Polsek) Dedai tiba di lokasi, api telah padam dan hanya menyisakan kepulan asap, sementara pemilik lahan hingga pengecekan dilakukan belum diketahui.

Temuan tersebut diperoleh setelah Polsek Dedai, Kepolisian Resor (Polres) Sintang, melakukan pengecekan lapangan (ground check) terhadap tiga titik panas yang terdeteksi di Desa Nanga Dedai dan Desa Sungai Mali sekitar pukul 15.30 WIB, sebagaimana diberitakan Polres Sintang, Selasa, (18/08/2026).

Pengecekan dilakukan oleh personel Polsek Dedai, Irwan S. dan Dasep RH, setelah tiga titik panas terpantau melalui satelit National Aeronautics and Space Administration (NASA), yakni National Oceanic and Atmospheric Administration-20 (NOAA-20) dan Suomi National Polar-orbiting Partnership (SNPP), dengan tingkat kepercayaan menengah.

Setelah mendatangi titik koordinat yang terdeteksi, petugas menemukan area bekas terbakar dengan luas sekitar satu hektare. Tidak ditemukan lagi kobaran api ketika petugas tiba, tetapi kepulan asap masih terlihat di lokasi.

Petugas selanjutnya memverifikasi titik koordinat dan memastikan kondisi lahan untuk mengantisipasi munculnya kembali api yang berpotensi meluas. Hingga pengecekan selesai dilakukan, identitas pemilik lahan yang terbakar belum diketahui.

Selain memeriksa kondisi lokasi, personel Polsek Dedai memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Warga diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan dan memperhatikan ketentuan mengenai pembakaran terbatas serta terkendali.

Polres Sintang melalui jajaran Polsek terus melakukan deteksi dini dan respons terhadap titik panas, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami Karhutla. Pengecekan langsung diperlukan untuk memastikan apakah titik panas yang terdeteksi satelit merupakan kebakaran aktif atau bekas area terbakar.

Polsek Dedai juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api maupun potensi Karhutla. Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah kebakaran meluas dan menekan risiko kerusakan lingkungan selama periode rawan kebakaran. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com