Longsor Jalan Oloy Muara Muntai, Bupati Kukar Pastikan Jalur Alternatif Dibuka

Pemkab Kukar membuka akses alternatif dan menyiapkan penguatan badan jalan serta jalur feri untuk menjaga konektivitas dan distribusi logistik setelah longsor memutus Jalan Oloy di Desa Kayu Batu.

KUTAI KARTANEGARA – Longsor yang memutus Jalan Oloy di Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengganggu salah satu jalur penting mobilitas warga dan distribusi logistik menuju wilayah hulu hingga Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Selasa (25/08/2026) malam. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar menyiapkan empat langkah penanganan, mulai dari membuka akses alternatif, memperkuat badan jalan, memasang penerangan dan rambu, hingga menyiapkan jalur feri jika akses darat kembali terputus.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan langkah darurat pertama dilakukan bersama Perseroan Terbatas (PT) Jaya Mandiri Sukses (JMS) dan pemerintah kecamatan untuk memastikan kendaraan dapat kembali melintas melalui akses alternatif.

“Kami sudah sepakati ada empat langkah yang akan kita lakukan. Pertama, membantu bersama-sama memastikan jalannya bisa dilewati malam ini,” kata Aulia.

Pemkab Kukar bersama PT JMS melakukan pembersihan material longsor, membuka jalur alternatif, serta menghampar batu pada bagian jalan yang memungkinkan dilalui kendaraan.

Selain membuka akses sementara, Pemkab Kukar akan memasang lampu penerangan jalan umum (LPJU) dan rambu-rambu di sekitar lokasi untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan sekaligus memberi peringatan terhadap perubahan kondisi ruas tersebut.

Langkah berikutnya difokuskan pada penguatan badan jalan melalui pengurukan. Aulia mengatakan pekerjaan perlu dilakukan saat musim kemarau karena sebagian kawasan di sekitar ruas tersebut merupakan lahan rawa yang berpotensi terdampak ketika curah hujan meningkat dan permukaan air naik.

“Mumpung ini masih musim kering, kita berupaya ini bisa kita tingkatkan atau kita uruk. Dari PU sudah ada, kita meminta pertimbangan teknisnya seperti apa sehingga ketika bulan Oktober nanti sudah mulai hujan dan air naik, ini tidak menjadi jalur yang putus,” ujarnya.

Pemkab Kukar juga menyiapkan jalur penyeberangan menggunakan feri sebagai skenario cadangan apabila akses darat kembali terputus akibat kondisi alam. Skema tersebut dipersiapkan untuk menjaga mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi kebutuhan logistik.

“Memang ada plan A, plan B, plan C yang kita siapkan sehingga jalur ini yang merupakan urat nadi masyarakat Muara Muntai ke hulu tidak putus atau jalur logistik ini masih bisa tertangani dengan baik,” katanya.

Aulia memastikan Jalan Oloy berstatus jalan kabupaten. Ruas tersebut juga menjadi salah satu akses penghubung Kukar dengan Kubar sehingga penanganannya dinilai penting untuk menjaga konektivitas antardaerah.

Kepala Desa (Kades) Kayu Batu Andri Shoyandani mengatakan informasi mengenai longsor pertama kali diterimanya sekitar pukul 03.30 hingga 04.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita) dari petugas pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang sedang membawa ambulans.

Setelah menerima laporan, Andri bersama Camat menuju lokasi untuk melakukan peninjauan dan berkoordinasi dengan pihak perusahaan.

Menurut Andri, sebelum longsor terjadi tidak terlihat tanda-tanda kerusakan pada jalan. Berdasarkan pengamatannya, area longsor memiliki panjang sekitar 20 hingga 30 meter dengan ketinggian hampir 30 meter.

“Tidak ada indikasi. Seperti longsor saja begitu, tidak ada tanda-tanda sebelumnya,” kata Andri.

Jalan Oloy memiliki fungsi vital bagi masyarakat setempat. Jalur tersebut digunakan anak sekolah, pekerja perusahaan, warga yang menuju pasar, serta kendaraan yang mengangkut kebutuhan pokok.

Dampak terputusnya akses juga dirasakan warga dari wilayah Kubar. Menurut Andri, masyarakat dari sekitar 13 desa memanfaatkan jalur tersebut untuk menuju Kecamatan Penyinggahan.

PT JMS kemudian membantu membuka akses alternatif setelah kondisi tanah dinilai memungkinkan kendaraan roda empat melintas. Pemkab Kukar selanjutnya akan melakukan pemeriksaan teknis melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), memasang rambu dan LPJU melalui Dinas Perhubungan, serta mempercepat pengurukan badan jalan.

Terkait penyebab longsor, Andri menduga kondisi air yang telah lama surut menjadi salah satu faktor. Menurut dia, kejadian serupa pernah terjadi di sekitar lokasi ketika permukaan air surut meskipun sebelumnya tidak terlihat tanda-tanda longsor.

“Pengalaman sebelumnya, sebelah sini juga pernah longsor seperti itu pada saat air surut. Memang tidak ada tanda-tanda,” ujarnya.

Pemkab Kukar berharap pembukaan jalur alternatif dan penguatan badan jalan dapat menjaga Jalan Oloy tetap berfungsi sebagai akses utama masyarakat, sementara opsi feri disiapkan sebagai antisipasi agar konektivitas dan distribusi logistik tidak kembali terhenti ketika musim hujan tiba. []

Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com