Kabut Asap Mengancam, 11 Puskesmas Palangka Raya Siaga Ruang Oksigen

Sebanyak 11 puskesmas menyiapkan ruang oksigen dan pustu di 30 kelurahan dioptimalkan untuk mempercepat penanganan gangguan kesehatan akibat kabut asap karhutla.

PALANGKA RAYA – Sebanyak 11 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kota Palangka Raya telah dilengkapi ruang oksigen untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya juga mengoptimalkan puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di 30 kelurahan untuk mempercepat pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari peningkatan kesiapsiagaan sektor kesehatan seiring potensi penurunan kualitas udara akibat karhutla. Fasilitas kesehatan disiapkan untuk memberikan penanganan awal apabila masyarakat mengalami keluhan, terutama gangguan pada saluran pernapasan.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, perlindungan kesehatan masyarakat menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menghadapi dampak kabut asap. Pemkot Palangka Raya ingin memastikan warga yang mengalami keluhan dapat segera memperoleh pelayanan.

“Kita ingin memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan baik dan masyarakat yang mengalami keluhan akibat paparan asap dapat segera memperoleh penanganan,” kata Fairid, sebagaimana dilansir Media Center Palangka Raya, Rabu, (26/08/2026).

Menurut Fairid, kesiapan fasilitas kesehatan perlu dibarengi kewaspadaan masyarakat karena memburuknya kualitas udara dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Warga diminta tidak mengabaikan gejala kesehatan yang muncul selama periode kabut asap.

Penguatan pelayanan tidak hanya dilakukan di puskesmas utama. Keberadaan pustu di tingkat kelurahan juga dioptimalkan agar masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan tanpa harus menempuh jarak yang lebih jauh.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan mengatakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Palangka Raya telah melakukan sejumlah persiapan menghadapi kemungkinan peningkatan gangguan kesehatan akibat kondisi udara.

“Dinas Kesehatan terus memastikan fasilitas pelayanan kesehatan siap memberikan penanganan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi udara,” ujar Riduan.

Riduan menjelaskan, 11 puskesmas telah menyiapkan ruang oksigen yang dapat digunakan untuk penanganan awal terhadap masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan ketika kualitas udara memburuk.

Selain itu, pelayanan melalui pustu di 30 kelurahan terus dioptimalkan. Pemerataan titik pelayanan tersebut diharapkan mempercepat warga memperoleh pemeriksaan dan penanganan kesehatan di wilayah tempat tinggal masing-masing.

Dinkes Palangka Raya juga terus memantau perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Data kasus menjadi salah satu indikator untuk menilai dampak kualitas udara terhadap kesehatan masyarakat sekaligus menentukan langkah penanganan berikutnya.

Masyarakat yang mengalami batuk, pilek, atau keluhan pada saluran pernapasan diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Penanganan sejak dini dinilai penting untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker, memperbanyak konsumsi air putih, serta menjaga asupan gizi dan vitamin. Kesiapan fasilitas kesehatan dan kewaspadaan masyarakat diharapkan dapat menekan risiko gangguan kesehatan apabila kabut asap akibat karhutla semakin berdampak terhadap kualitas udara di Palangka Raya. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com