Karhutla Lembuswana, 35 Personel Gabungan Dikerahkan

Sebanyak 35 personel gabungan bersama sejumlah kendaraan pemadam, pompa, dan alat berat dikerahkan setelah titik panas di Lembuswana terverifikasi sebagai titik api pada lahan sekitar satu hektare.

BERAU – Titik panas (hotspot) kategori medium di wilayah Lembuswana, Kabupaten Berau (Berau), Kalimantan Timur (Kaltim), terverifikasi sebagai titik api dengan luas lahan terdampak sekitar satu hektare. Sebanyak 35 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas.

Tim gabungan terdiri atas empat personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dari Kepolisian Sektor (Polsek) Biduk-Biduk, satu personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta 30 personel Fire Rescue Perseroan Terbatas (PT) Jabontara Eka Karsa.

Petugas awalnya mendatangi lokasi setelah terdeteksi titik panas. Verifikasi lapangan kemudian memastikan titik tersebut merupakan kebakaran pada lahan seluas sekitar satu hektare, sebagaimana dilansir Humas Polres Berau, Kamis, (27/08/2026).

Penanganan dilakukan menggunakan dua unit kendaraan pemadam karhutla, satu unit pompa celup pengalir air, satu unit alat berat, satu unit kendaraan minibus, serta dua alat semprot manual.

Petugas melakukan pemadaman sekaligus pendinginan pada area terdampak. Pendinginan diperlukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi kembali memicu api maupun menyebabkan kebakaran merambat ke kawasan lain.

Keterlibatan personel kepolisian, TNI, dan tim Fire Rescue perusahaan menjadi bagian dari upaya mempercepat pengendalian kebakaran setelah titik panas dipastikan sebagai titik api.

Dalam penanganan tersebut, petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Imbauan itu diberikan sebagai langkah pencegahan di tengah kondisi yang rawan karhutla.

Pengawasan terhadap titik panas dan verifikasi langsung di lapangan menjadi penting agar indikasi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti. Respons cepat diharapkan mampu mencegah kebakaran dalam skala kecil berkembang dan berdampak lebih luas terhadap lingkungan maupun masyarakat. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com