Mojtaba Khamenei Serukan Ekonomi Iran Tak Bergantung Dolar

Mojtaba Khamenei mendorong peningkatan produksi domestik, investasi sektor strategis, dan pengurangan bertahap dominasi dolar saat rial Iran terpuruk di tengah tekanan sanksi AS.

TEHERAN – Pemerintah Iran didorong memperkuat produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari upaya menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat. Seruan itu disampaikan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei di tengah pelemahan tajam nilai tukar rial dan pemberlakuan sanksi tambahan oleh AS.

Mojtaba menyampaikan pesan tersebut melalui akun resmi X pada Jumat (28/8), bertepatan dengan peringatan Pekan Pemerintah Iran. Ia meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap persoalan ekonomi dan penghidupan masyarakat, termasuk inflasi, pengangguran, pengendalian harga, serta pengaturan pasar barang dan jasa.

Selain mendorong produksi nasional, Mojtaba meminta investasi diarahkan ke sektor-sektor yang dinilai penting dan produktif. Ia juga menempatkan konsep “ekonomi perlawanan” sebagai bagian utama dari kebijakan pemerintah dalam menghadapi tekanan eksternal.

“Hal yang tak kalah pentingnya adalah memberikan perhatian khusus pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan produksi, pengurangan peran dominan dolar AS secara bertahap, dan pada akhirnya, menjadikan ‘ekonomi perlawanan’ sebagai fokus utama, semuanya merupakan tujuan dari pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik,” tulis Mojtaba melalui akun X sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Sabtu, (29/08/2026).

Dorongan tersebut disampaikan ketika nilai tukar rial Iran mencapai titik terendah baru terhadap dolar AS. Nilainya bahkan menembus 2 juta rial untuk setiap dolar AS di pasar bebas pada pekan ini, bersamaan dengan penerapan sanksi tambahan Amerika Serikat yang ditujukan untuk menekan perekonomian Iran.

Mojtaba juga meminta pemerintah memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang khusus. Menurut dia, impor tetap diperlukan apabila produksi domestik belum mampu memenuhi kebutuhan, tetapi penggunaannya harus dilakukan secara “tepat dan bijak”.

Ia turut menekankan pentingnya tata kelola yang lebih efektif, keterlibatan lebih banyak tenaga ahli dan spesialis teknologi, serta pemanfaatan kapasitas baru untuk memperluas pembangunan ekonomi Iran.

Dalam pesannya, Mojtaba juga menilai pemerintah telah berupaya menjaga ketersediaan barang dan jasa kebutuhan pokok selama masa perang. Upaya tersebut mencakup perbaikan fasilitas penting yang rusak serta pengelolaan pasokan energi ketika sanksi dan blokade semakin ketat.

Seruan ekonomi tersebut sekaligus menjadi salah satu kemunculan Mojtaba melalui komunikasi publik setelah ia mengambil alih posisi kepemimpinan menyusul tewasnya ayahnya, Ali Khamenei, dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Sejak serangan itu, Mojtaba disebut tidak pernah tampil secara langsung di hadapan publik.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan keyakinannya bahwa Mojtaba masih hidup meski mengalami luka serius akibat serangan tersebut.

“Menurut saya dia tidak tewas. Dia terluka sangat parah. Sisi kiri tubuhnya, lengan, kaki, semuanya. Dia terluka sangat parah. Namun, menurut saya dia tidak tewas,” ujar Trump dalam sebuah wawancara dengan penyiar radio konservatif, Glenn Beck.

Dengan tekanan nilai tukar, inflasi, pengangguran, serta sanksi internasional yang masih membayangi, penguatan produksi domestik dan pengurangan ketergantungan pada dolar kini menjadi bagian dari arah kebijakan ekonomi yang ditekankan kepemimpinan Iran. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com