Sudah Dipadamkan, Api Kembali Muncul di Dua Lahan Gambut Sintang

Api yang sebelumnya telah dipadamkan kembali muncul di dua kawasan gambut seluas total sekitar empat hektare di Sintang sehingga tim gabungan melakukan pemadaman ulang dan pendinginan hingga malam.

SINTANG – Api kembali muncul di dua lahan gambut yang sebelumnya telah dipadamkan di Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (28/08/2026). Kondisi tersebut membuat tim gabungan kembali melakukan pemadaman dan pendinginan selama sekitar 10 jam untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas.

Dua lokasi kebakaran berada di Desa Martiguna dan kawasan Jalan Transito, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu. Masing-masing lokasi diperkirakan memiliki luas lahan terbakar sekitar dua hektare.

Di Desa Martiguna, lokasi kebakaran berada pada koordinat 0,027031, 111,470214. Sementara itu, titik kebakaran di Jalan Transito tercatat pada koordinat 0,068023, 111,466753.

Penanganan dimulai sekitar pukul 13.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) setelah Kepolisian Sektor (Polsek) Sintang Kota menerima laporan masyarakat mengenai kebakaran lahan. Pemeriksaan lapangan atau ground check, pemadaman, dan pendinginan kemudian berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sintang Kota Heru Woldy bersama 10 personel Polsek Sintang Kota terlibat dalam penanganan tersebut. Petugas kepolisian bekerja bersama masing-masing 10 personel Manggala Agni, pemadam kebakaran (Damkar) Sintang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang, dan Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Sintang, serta 20 personel Busera Sintang.

Lahan pada kedua lokasi didominasi tanah gambut dengan vegetasi berupa pepohonan dan semak belukar. Karakteristik gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan menjadi perhatian petugas karena memungkinkan api kembali menyala meskipun pemadaman sebelumnya telah dilakukan.

Berdasarkan pemantauan petugas, sebagaimana dilansir Polsek Sintang Kota, Jumat, (28/08/2026), api pada kedua lokasi sebelumnya telah dipadamkan. Namun, api kembali muncul sehingga petugas harus melakukan pemadaman ulang dan pendinginan guna memastikan tidak tersisa bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Risiko penyalaan ulang juga meningkat seiring kondisi musim kemarau. Karena itu, petugas tidak hanya memadamkan api yang terlihat di permukaan, tetapi juga memantau titik-titik yang berpotensi masih menyimpan bara.

Polsek Sintang Kota bersama unsur gabungan selanjutnya terus melakukan pemantauan dan koordinasi guna memastikan api benar-benar padam serta mencegah karhutla merembet ke kawasan lainnya.

Penanganan secara terpadu tersebut diharapkan dapat menekan risiko kebakaran berulang, terutama pada kawasan gambut yang rentan kembali terbakar selama musim kemarau, sekaligus mencegah dampak lebih luas terhadap lingkungan dan masyarakat di Sintang. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com