Shin Bet mengevakuasi Yair Netanyahu dari Florida setelah intelijen Israel mendeteksi dugaan rencana pembunuhan yang dikaitkan dengan Iran dan laporan pengintaian terhadap pergerakannya di kawasan Miami.
MIAMI – Badan Keamanan Israel (Shin Bet) mengevakuasi Yair Netanyahu, putra Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, dari Florida, Amerika Serikat (AS), setelah intelijen Israel mendeteksi dugaan ancaman pembunuhan yang dikaitkan dengan Iran. Laporan yang beredar bahkan menyebut agen Iran telah berada di kawasan Miami dan melakukan pengintaian terhadap tempat tinggal serta pergerakan Yair.
Shin Bet mengonfirmasi evakuasi tersebut setelah melakukan penilaian terhadap tingkat ancaman yang dihadapi Yair. Ia kemudian diperintahkan meninggalkan Florida bersama tim pengawalnya dan kembali ke Israel.
“Memang terdapat ancaman serius yang membahayakan keselamatan Yair Netanyahu. Oleh karena itu, setelah dilakukan penilaian situasi, diputuskan untuk segera mengevakuasi dirinya beserta tim pengawalnya kembali ke Israel,” demikian pernyataan Shin Bet, sebagaimana dilansir Cnn Indonesia, Minggu, (30/08/2026).
Informasi mengenai dugaan ancaman tersebut sebelumnya dilaporkan Newsmax, media yang berbasis di Boca Raton, Florida. Laporan itu mengutip sumber penegak hukum AS yang disebut mengetahui situasi keamanan Yair.
Menurut laporan tersebut, intelijen Israel mendeteksi dugaan rencana Iran untuk membunuh Yair di Florida sejak Desember. Informasi itu kemudian disebut telah disampaikan kepada otoritas AS.
Sumber penegak hukum AS yang dikutip Newsmax menyatakan hasil penilaian intelijen menunjukkan agen-agen Iran diduga telah berada di kawasan Miami. Mereka disebut melakukan pengintaian terhadap kediaman serta pergerakan Yair.
Namun, informasi mengenai keberadaan agen Iran dan dugaan pengintaian tersebut dalam draf berita ini berasal dari keterangan sumber yang dikutip Newsmax. Tidak terdapat keterangan mengenai konfirmasi langsung dari Pemerintah Iran terhadap tudingan tersebut.
Yair diketahui berada di bawah pengamanan khusus dari Israel selama tinggal di AS. Setelah tingkat ancaman dinilai serius, ia diperintahkan segera meninggalkan lokasi.
Menurut laporan tersebut, proses evakuasi berlangsung cepat hingga Yair disebut pergi tanpa membawa barang-barangnya. Ia kemudian kembali ke Israel dan saat ini dilaporkan menetap di negara tersebut.
Dugaan ancaman terhadap keluarga Netanyahu sebelumnya juga disinggung Benjamin Netanyahu dalam wawancara dengan Channel 14. Sepekan sebelum laporan mengenai evakuasi Yair mencuat, Netanyahu mengatakan Iran pernah berupaya membunuh salah satu putranya.
“Ada sesuatu di sini yang tak terbayangkan. Iran mengincar salah satu putra saya. Iran mencoba membunuhnya-mencoba membunuh salah satu putra saya,” ujar Netanyahu.
Netanyahu ketika itu tidak menyebut apakah putra yang dimaksud adalah Yair atau Avner Netanyahu. Namun, munculnya laporan mengenai evakuasi Yair dari Florida memperkuat perhatian terhadap ancaman keamanan yang diklaim Israel menyasar keluarga PM Israel tersebut.
Hingga kini, berdasarkan informasi dalam laporan tersebut, belum terdapat penjelasan terperinci mengenai identitas pihak yang diduga terlibat, bentuk rencana serangan, maupun tindakan hukum terhadap orang-orang yang disebut telah melakukan pengintaian di wilayah AS. Klaim mengenai ancaman tersebut masih bertumpu pada penilaian intelijen Israel dan sumber penegak hukum AS yang dikutip media. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan