Tiga pekerja pemeliharaan jalan tol tewas setelah truk tronton menabrak kendaraan proyek di Tol Wiyoto Wiyono, dengan polisi menduga pengemudi mengalami microsleep.
JAKARTA – Tiga pekerja pemeliharaan jalan tol meninggal dunia setelah kendaraan operasional proyek yang mereka gunakan ditabrak truk tronton di KM 20.200A Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Utara, Rabu (9/9/2026) malam. Polisi menduga pengemudi truk mengalami microsleep sebelum kendaraan oleng dan menghantam area pekerjaan jalan.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 23.40 WIB ketika truk melaju di lajur 1 dari arah Tanjung Priok menuju Pluit. Berdasarkan keterangan saksi, kendaraan kemudian kehilangan kendali setelah pengemudi diduga mengalami microsleep.
Kepala Satuan Patroli Jalan Raya (Kasat PJR) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya Rieki Indra Brata Manggala mengatakan truk lebih dahulu menabrak pembatas lalu menghantam kendaraan operasional milik Citra Marga yang berada di lokasi proyek.
“Setiba di KM 20.200 jalur A, pengemudi mengalami microsleep dan menabrak traffic cone dilanjutkan menabrak kendaraan kedua, mobil proyek Citra Marga beserta pekerja proyek yang sedang mengerjakan proyek jalan tol,” kata Rieki dalam keterangannya, Kamis (10/9).
Benturan tersebut mengakibatkan tiga pekerja meninggal dunia. Dua korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan satu korban lainnya meninggal setelah dibawa ke rumah sakit. Selain itu, dua orang mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut.
“Suroto (petugas pengawas beton dan pemeliharaan) meninggal di lokasi kejadian, Yunus meninggal di lokasi kejadian, Baharudin meninggal di Rumah Sakit Koja,” ucap Rieki.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan. Dugaan microsleep terhadap pengemudi truk menjadi salah satu fokus dalam penanganan awal perkara tersebut.
“Diduga pengemudi kendaraan Wing Box Tronton mengalami microsleep,” ujarnya, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Kamis, (10/09/2026).
Insiden ini memperlihatkan risiko yang dihadapi pekerja ketika aktivitas pemeliharaan berlangsung di jalur tol yang masih dilintasi kendaraan. Kehadiran kendaraan proyek dan pekerja di area jalan membuat pengendalian laju serta kondisi pengemudi menjadi faktor penting untuk mencegah kecelakaan serupa.
Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui rangkaian kejadian secara utuh, termasuk kondisi pengemudi sebelum kecelakaan dan faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap hilangnya kendali kendaraan. Hasil penyelidikan akan menjadi dasar untuk menentukan penanganan terhadap kecelakaan yang menewaskan tiga pekerja tersebut. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan