129 Korban KM Virgo Masih Dicari, SAR Bagi 6 Sektor

Basarnas mengubah pola operasi menjadi enam sektor dan mengerahkan kapal, pesawat, penyelam, serta drone laut untuk mencari 129 korban KM Virgo Transport 8 yang masih hilang.

JAKARTA – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap 129 korban KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa memasuki hari kedua dengan pola pencarian yang diperbarui. Tim SAR gabungan memangkas area operasi dari delapan menjadi enam sektor setelah posisi kapal yang terapung dalam keadaan telungkup diketahui.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii mengatakan, keberadaan kapal menjadi titik acuan baru bagi tim dalam mengoptimalkan pencarian korban. Kondisi kapal yang masih terapung juga menjadi pertimbangan dalam menentukan strategi operasi.

“Kondisi kapal yang mengalami terbalik dan kondisinya terapung dalam kondisi telungkup,” kata Syafii kepada wartawan, Senin (14/9), sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Senin, (14/9).

Untuk memperkuat pencarian, Basarnas mengerahkan Basarnas Special Group (BSG) yang memiliki kemampuan penyelamatan di bawah air. Unsur Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Komando Pasukan Katak (Kopaska), serta tim penyelam turut dikerahkan untuk menyisir lokasi kejadian.

“Kemudian potensi yang dari TNI AL, dari Kopaska, kemudian begitu juga tim penyelam dari TNI AL, bahkan kita juga mengoperasikan drone laut yang dimiliki oleh TNI AL. Sehingga mudah-mudahan operasi di hari kedua ini mudah-mudahan akan bisa kita laksanakan lebih efektif untuk bisa mempercepat proses pencarian dan juga evakuasi korban,” tutur dia.

Pencarian juga diperluas melalui jalur udara. Sebanyak lima jenis pesawat digunakan dalam operasi, terdiri atas Helikopter Dauphin HR-3601 milik Basarnas, helikopter Dauphin dan pesawat CN-235 milik TNI AL, helikopter Dauphin milik kepolisian, serta Cessna Caravan milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dari sektor laut, sebanyak 17 kapal dikerahkan untuk mendukung pencarian. Armada tersebut di antaranya KN SAR Laksamana, KN SAR Wisanggeni, KN SAR Kamajaya, KN SAR Permadi, KRI I Gusti Ngurah Rai, KRI Nalah, KRI Pulau Fanildo, dan KRI Canopus. Kapal dari unsur Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kepolisian, serta Kementerian Perhubungan juga dilibatkan.

Hingga Senin (14/9), dari total 243 orang yang berada di KM Virgo Transport 8, sebanyak 114 orang telah dievakuasi. Sebanyak 108 orang ditemukan selamat, sedangkan enam lainnya meninggal dunia. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.

“Di samping itu juga, kita akan memaksimalkan operasi pencarian di 6 sektor yang sudah kita bagi dengan memprioritaskan pencarian terhadap korban-korban yang terapung dan mudah-mudahan kita bisa menemukan korban-korban dalam kondisi selamat,” tutur Syafii.

KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) pukul 02.00 Wita ketika berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut berangkat sehari sebelumnya, Sabtu (12/9), dengan membawa 243 orang yang terdiri atas penumpang, awak kapal, dan kru.

Perubahan pembagian sektor serta pengerahan unsur udara, laut, dan penyelamatan bawah air diharapkan mempercepat proses pencarian terhadap 129 orang yang masih belum ditemukan. Tim SAR memprioritaskan korban yang kemungkinan berada di permukaan laut sekaligus mengoptimalkan pencarian di sekitar posisi kapal yang telah diketahui. []

Redaksi1

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com