Lima life raft KM Virgo Transport 8 yang ditemukan di Perairan Seruyan akan dibawa ke Banjarmasin dan bersama rakit penolong lainnya dijadikan alat bukti penyelidikan KNKT.
BANJARMASIN – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan menjadikan seluruh rakit penolong (life raft) yang ditemukan dalam rangkaian kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 sebagai alat bukti penyelidikan. Lima rakit penolong terbaru ditemukan masyarakat di Perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng), dan akan dibawa ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan lima life raft tersebut telah diamankan Basarnas Palangka Raya setelah ditemukan warga pesisir Desa Sungai Perlu.
“Lima life raft itu sudah diamankan dan dibawa ke Palangka Raya,” ujar Yudhi kepada wartawan, Kamis (17/09/2026) malam.
Kelima life raft ditemukan dalam kondisi mengembang dengan warna hitam dan dominan oranye. Pada sejumlah bagian terdapat tulisan KM Virgo Transport 8 yang mengidentifikasikan rakit penolong tersebut sebagai perlengkapan kapal yang mengalami kecelakaan saat berlayar menuju Banjarmasin.
Temuan lima rakit penolong tersebut, sebagaimana diberitakan Kompas, Kamis (17/09/2026), pertama kali dilaporkan masyarakat kepada kepolisian. Kepolisian Sektor (Polsek) Sungai Perlu kemudian berkoordinasi dengan Basarnas Palangka Raya untuk melakukan pengamanan dan penjemputan.
“Jadi life raft yang ditemukan itu akan segera secepatnya dibawa ke Banjarmasin,” jelas Yudhi.
Penemuan di Seruyan menambah jumlah rakit penolong KM Virgo Transport 8 yang berhasil ditemukan. Sebelumnya, satu life raft juga ditemukan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) I Gusti Ngurah Ray di perairan Kalsel.
“Seluruh life raft itu akan dijadikan alat bukti penyelidikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT,” kata Yudhi.
Keberadaan rakit-rakit penolong tersebut menjadi bagian dari barang yang dapat diperiksa dalam proses penyelidikan kecelakaan KM Virgo Transport 8. Penyelidikan KNKT diharapkan dapat membantu mengungkap rangkaian kejadian dan aspek keselamatan yang berkaitan dengan kecelakaan kapal tersebut.
KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Kalsel saat melakukan pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/09/2026) dini hari. Kapal tersebut membawa 243 orang.
Hingga Kamis (17/09/2026), sebanyak 114 orang telah dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan selamat dan enam orang meninggal dunia, sementara 129 orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan.
Di tengah operasi pencarian korban yang masih berlangsung, pengamanan barang-barang yang berkaitan dengan KM Virgo Transport 8 menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan penyebab kecelakaan. Temuan life raft di Seruyan selanjutnya akan dibawa ke Banjarmasin untuk mendukung pemeriksaan lebih lanjut oleh KNKT. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan