Sebanyak 18 warga Desa Haruyan mengikuti pelatihan menjahit dasar selama 17 hari yang diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan untuk memperluas peluang kerja dan usaha mandiri.
HULU SUNGAI TENGAH – Sebanyak 18 warga Desa Haruyan, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), mengikuti pelatihan menjahit dasar yang diarahkan tidak hanya untuk menambah keterampilan, tetapi juga membuka peluang usaha mandiri bagi masyarakat, khususnya pencari kerja di wilayah pedesaan.
Pelatihan yang dilaksanakan Balai Latihan Kerja (BLK) Banjarbaru tersebut berlangsung selama 17 hari dan dibuka di Aula Desa Haruyan, Kamis (17/9/2026). Kegiatan itu merupakan bagian dari program BLK Banjarbaru Tahun Anggaran 2026 yang sebelumnya diusulkan melalui hasil reses di Desa Haruyan pada Maret 2025.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan (Kalsel) Athaillah Hasbi mengatakan pelatihan keterampilan seperti menjahit dapat menjadi salah satu upaya membantu masyarakat menghadapi persoalan ketenagakerjaan, terutama warga yang sedang mencari pekerjaan di pedesaan.
“Sebagai wakil rakyat, aku haturkan terima kasih kepada Pimpinan BLK milik pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel tersebut beserta jajarannya,” ujar Athaillah, sebagaimana dilansir Antara, Kamis, (17/09/2026).
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada 18 orang yang mengikuti pelatihan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat lain sehingga manfaat program semakin luas.
“kemudian daripada itu, peserta tak hanya sebatas mendapat ilmu menjahit dasar, tapi berupaya mengembangkan atau meningkatkan ilmu pengetahuan serta keterampilan sehingga jadi penopang usaha mikro kecil menengah (UMKM) mandiri,” harap Athaillah.
Program tersebut juga diharapkan dapat mendorong peserta mengembangkan kemampuan setelah pelatihan selesai. Keterampilan menjahit dapat menjadi bekal untuk menghasilkan produk sekaligus mendukung kegiatan usaha secara mandiri.
Pelaksanaan pelatihan di Desa Haruyan menjadi bagian dari tindak lanjut aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan reses Athaillah pada 2025. Usulan tersebut kemudian masuk dalam program BLK Banjarbaru pada Tahun Anggaran 2026.
Pada pembukaan kegiatan hadir Kepala BLK Kalsel Fatmasari, Kepala Dinas Industri, Ketenagakerjaan, Koperasi dan UMKM Rapinorrahman, Camat Haruyan Zainurrahmi, Kepala Desa Haruyan Norman, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Haruyan, serta Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Haruyan.
Melalui pelatihan tersebut, peningkatan keterampilan masyarakat diharapkan dapat berlanjut menjadi kemampuan produktif yang mendukung kemandirian ekonomi warga dan memperluas pilihan bagi pencari kerja di wilayah pedesaan HST. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan