SPPG Bontang Selatan 05 kembali menyalurkan MBG secara bertahap setelah menjalani evaluasi dan pembenahan menyusul kasus keracunan makanan yang terjadi pada Agustus 2026.
BONTANG – Pembenahan internal menjadi langkah utama sebelum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 05 kembali menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setelah sempat dihentikan akibat kasus keracunan makanan, dapur tersebut kembali beroperasi secara bertahap dengan sasaran awal 1.127 penerima manfaat pada Selasa (22/09/2026).
Koordinator SPPG Bontang Selatan, Aldilla Huud, mengatakan operasional perdana setelah pergantian kepala SPPG berlangsung tanpa kendala. Persiapan telah dilakukan sejak malam sebelumnya untuk memastikan proses produksi hingga distribusi makanan berjalan sesuai rencana.
“Sudah mulai. Dari kemarin tim persiapan sudah masuk jam 9 malam, dilanjut produksi dan lainnya. Hari ini sudah distribusi dan alhamdulillah tidak ada kendala untuk operasional hari pertama setelah pergantian kepala SPPG,” kata Aldilla, sebagaimana diberitakan Kaltimpost, Selasa, (22/09/2026).
Meski kembali beroperasi, kapasitas penyaluran belum langsung dikembalikan seperti sebelumnya. Jumlah penerima masih dibatasi sebagai bagian dari tahapan evaluasi kesiapan dapur dan pengelolaan distribusi makanan.
“Karena baru beroperasi kembali, jadi masih bertahap. Hari ini 1.127,” ujarnya.
Pada tahap awal, makanan disalurkan kepada penerima di sejumlah satuan pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat. Sasaran tersebut meliputi KB/TK ABA 8, SDN 011, SD Aisyah, SD Advent, SMP Advent, serta posyandu.
Pengoperasian kembali SPPG Bontang Selatan 05 juga berlangsung bersamaan dengan pergantian pimpinan. Charles Mikelos kini dipercaya sebagai kepala SPPG menggantikan Gusti Bimantoro.
Aldilla menyebut perluasan penerima manfaat berikutnya akan mengikuti keputusan serta kesiapan kepala SPPG yang baru. Dengan demikian, peningkatan cakupan distribusi tidak dilakukan sekaligus, melainkan melalui tahapan evaluasi operasional.
“Bertahap, kami kembalikan ke kepala SPPG yang baru,” tuturnya.
Pembenahan sebelum dapur kembali melayani penerima mencakup berbagai aspek, mulai dari alur kerja hingga sarana dan prasarana. Sistem pengolahan dan distribusi makanan turut dievaluasi, termasuk penegasan standar operasional prosedur (SOP) bagi relawan.
“Perbaikan alur kerja, penambahan sarana dan prasarana, perbaikan sistemnya, serta evaluasi kembali atas kejadian kemarin. SOP untuk relawan juga dipertegas,” ungkap Aldilla.
Langkah tersebut dilakukan setelah SPPG Bontang Selatan 05 sebelumnya menjadi perhatian menyusul kasus keracunan makanan yang menimpa pelajar SD hingga SMA YPVDP pada 10 Agustus 2026. Sebanyak 36 siswa sempat memperoleh penanganan medis setelah mengalami keluhan kesehatan.
Penyaluran MBG dari dapur tersebut kemudian dihentikan sementara untuk menjalani evaluasi dan pembenahan. Setelah proses tersebut dilakukan, operasional dibuka kembali dengan jumlah penerima yang masih dibatasi.
Pihak SPPG Bontang Selatan 05 selanjutnya akan memantau pelaksanaan distribusi dan mengevaluasi kesiapan operasional sebelum meningkatkan jumlah penerima manfaat. Tahapan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan berjalan lebih tertata setelah dapur kembali beroperasi. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan