CEO Anthropic Dario Amodei menilai AI memiliki manfaat besar, terutama di bidang medis, tetapi pengembangannya perlu disertai kerja sama dan mekanisme keselamatan.
WASHINGTON – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Amerika Serikat (AS) memasuki fase baru setelah Presiden AS Donald Trump mempertemukan sejumlah pemimpin perusahaan teknologi dengan pemerintah di Gedung Putih, Selasa (29/09/2026). Dalam pertemuan tersebut, Chief Executive Officer (CEO) Anthropic Dario Amodei menekankan bahwa ambisi mempertahankan kepemimpinan AS di bidang AI harus berjalan bersamaan dengan upaya memastikan teknologi itu dikembangkan secara aman.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah dorongan pemerintahan Trump untuk mempercepat pengembangan AI sekaligus meningkatkan pemanfaatannya dalam pelayanan publik. Pada hari yang sama, Trump memperkenalkan America.gov, portal pemerintah berbasis AI yang dirancang menjadi pintu masuk tunggal bagi masyarakat untuk mengakses informasi dan berbagai layanan federal.
Amodei menilai teknologi tersebut memiliki potensi besar, khususnya untuk pengembangan sektor medis. Namun, menurut dia, manfaat itu perlu diimbangi dengan kerja sama antara pemerintah dan pelaku industri untuk mengantisipasi risiko yang mungkin muncul dari perkembangan AI.
“Saya akan mengatakan apa yang selalu saya katakan, yaitu AI memiliki manfaat yang luar biasa,” kata Amodei, dikutip dari Anadolu Agency.
“Saya telah berbicara tentang manfaat medis dari teknologi ini. Seperti yang dikatakan presiden, siapa pun yang memenangkan AI, dialah yang menang,” sambungnya.
Amodei kemudian menekankan pentingnya koordinasi untuk menjaga posisi AS dalam persaingan teknologi sekaligus mencegah pengembangan AI berlangsung tanpa pengamanan yang memadai.
“Kita semua perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa kita bisa menang, dan kita bisa menang dengan aman jika kita melakukan ini dengan benar,” ujarnya.
“Jika kita bekerja sama dengan presiden dan semua orang di sini, kita bisa menang dengan aman,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut, sebagaimana diberitakan Anadolu Agency, Selasa, (29/09/2026), muncul ketika pemerintah AS dan perusahaan teknologi membahas perkembangan AI, dampaknya terhadap ekonomi dan keamanan nasional, serta mekanisme pengamanan teknologi tersebut.
Pertemuan itu juga menghasilkan kesepakatan sukarela yang melibatkan sejumlah perusahaan AI terkemuka untuk memperkuat pengawasan terhadap pengembangan teknologi. Kesepakatan tersebut mencakup pengendalian internal dan penilaian eksternal terhadap sistem AI, meskipun sifatnya bukan regulasi pemerintah yang mengikat secara hukum.
Bagi Anthropic, pembahasan mengenai keselamatan AI menjadi isu penting karena Amodei sebelumnya telah mendorong perhatian lebih besar terhadap risiko dari perkembangan teknologi AI yang semakin cepat. Dalam pertemuan dengan Trump, posisi tersebut ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, yakni mempertahankan keunggulan teknologi AS tanpa mengabaikan aspek keamanan.
Sementara itu, Trump memperkuat agenda pemerintahannya dengan meluncurkan America.gov sebagai layanan digital terpadu. Pemerintah AS menyatakan portal tersebut akan memungkinkan masyarakat memperoleh informasi dan, secara bertahap, menyelesaikan berbagai urusan pemerintah melalui satu platform. Layanan yang direncanakan mencakup pembaruan paspor dan pendaftaran Medicare.
Trump juga mengarahkan penggunaan istilah “super intelligence” atau kecerdasan super dalam dokumen pemerintah AS sebagai pengganti istilah artificial intelligence. Perubahan terminologi tersebut sebelumnya telah disampaikan Trump dalam pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Di sisi lain, pemerintah AS menghadapi perdebatan mengenai batas antara percepatan inovasi dan pengawasan terhadap teknologi. Trump menyatakan pengembangan AI tidak boleh dihambat, sementara sejumlah pemimpin industri menekankan pentingnya mekanisme keselamatan dan pengawasan untuk mengurangi risiko.
Pertemuan di Gedung Putih tersebut pada akhirnya memperlihatkan dua agenda yang berjalan bersamaan, yakni mempertahankan posisi AS dalam persaingan AI dan memastikan teknologi yang dikembangkan dapat digunakan secara aman. Perpaduan antara inovasi, pengawasan, dan penerapan AI dalam layanan publik akan menjadi bagian penting dari arah kebijakan teknologi AS selanjutnya. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan