Polres Ketapang Siapkan Strategi Putus Jalur Distribusi Narkoba

Setelah penanganan karhutla memasuki tahap akhir, Polres Ketapang mengarahkan prioritas penegakan hukum pada pemutusan rantai distribusi narkoba dengan membidik bandar dan jaringan di balik peredarannya.

KETAPANG – Kepolisian Resor (Polres) Ketapang menyiapkan strategi pemberantasan narkoba dengan membidik rantai distribusi dari hulu hingga hilir, termasuk mengejar bandar yang dinilai memiliki peran penting dalam peredaran barang terlarang di wilayah tersebut. Langkah itu akan menjadi prioritas setelah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dinyatakan terkendali.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Ketapang Putra Pratama mengatakan penanganan karhutla masih menjadi perhatian utama kepolisian. Namun, setelah kondisi dinyatakan aman, jajaran Polres Ketapang akan mengalihkan perhatian pada pemberantasan narkoba dengan menitikberatkan pengungkapan jaringan, bukan hanya menangkap pelaku yang berada di lapangan.

“Untuk saat ini fokus kita masih karhutla agar benar-benar padam. Ke depannya prioritas kami adalah penanggulangan narkoba dengan memberantas peredaran dari hulu hingga hilir,” ujar Putra, Selasa 29 September 2026.

Sebagaimana diberitakan Tribunpontianak, Selasa, (29/09/2026), Putra menilai persoalan narkoba tidak berhenti pada dampak terhadap kesehatan pengguna. Penyalahgunaan narkoba juga dapat menggerus kondisi ekonomi keluarga, merusak hubungan antaranggota keluarga, serta memunculkan persoalan keamanan ketika pelaku terlibat tindak pidana lain.

“Narkoba ini merugikan kesehatan pengguna, ekonomi keluarga, hubungan keluarga hancur. Tapi semua ini tidak hanya berdampak pada pengguna saja, akan tetapi juga dirasakan oleh masyarakat yang menjadi korban kejahatan dari pelaku narkoba,” katanya.

Karena itu, ukuran keberhasilan pengungkapan kasus nantinya tidak hanya dilihat dari jumlah tersangka yang diamankan. Kepolisian juga akan menelusuri posisi setiap pelaku dalam jaringan serta mengejar pihak yang mempunyai peran lebih besar, termasuk bandar.

Polres Ketapang menilai pendekatan tersebut penting karena Ketapang disebut lebih banyak menjadi wilayah distribusi narkoba dibandingkan daerah produksi. Kondisi itu membuat jalur masuk dan peredaran barang menjadi salah satu titik yang akan mendapat perhatian dalam penegakan hukum.

Putra mengatakan jumlah barang bukti dan peran pelaku menjadi bagian dari indikator kualitas pengungkapan kasus. Polisi akan berupaya membongkar jaringan secara lebih menyeluruh agar penindakan tidak berhenti pada pelaku yang berada di tingkat bawah.

“Kami akan lakukan pengungkapan narkoba yang berkualitas dari jumlah barang bukti dan pelaku yang diamankan, seperti bandarnya,” tegas Putra.

Selain jaringan narkoba, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pada malam hari juga masih menjadi perhatian Polres Ketapang. Keberadaan kendaraan dengan knalpot brong dan aksi balap liar disebut masih ditemukan di sejumlah wilayah.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, patroli malam akan ditingkatkan. Penindakan diarahkan tidak hanya untuk menghentikan aksi balap liar, tetapi juga mencegah potensi kenakalan remaja yang dapat berkembang menjadi gangguan ketertiban lainnya.

Kendaraan yang digunakan dalam aksi balap liar dapat diamankan sebagai bagian dari penindakan. Kepolisian mengakui langkah hukum tidak serta-merta menyelesaikan seluruh persoalan, tetapi diharapkan dapat menekan frekuensi pelanggaran di lapangan.

“Knalpot brong dan aksi balap liar masih ada, maka operasi patroli kami intensifkan setiap malam dengan mengamankan motor. Sebenarnya penindakan hukum tidak menyelesaikan masalah, namun setidaknya dapat mengurangi,” pungkasnya.

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *