Usai Terpilih Aklamasi, Ongky Bidik Prestasi Atlet Kalbar ke Tingkat Nasional

Ketua PASI Kalbar terpilih Ongky Lesmana menyiapkan pola pembinaan yang menempatkan Pengkab/Pengkot sebagai basis pencarian dan pengembangan atlet untuk memperkuat prestasi Kalbar di tingkat nasional.

PONTIANAK – Kepengurusan baru Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kalimantan Barat (Kalbar) periode 2026-2030 menempatkan kabupaten/kota sebagai ujung tombak pembinaan atlet. Strategi tersebut menjadi bagian dari agenda Ongky Lesmana setelah ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PASI Kalbar dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) di Pontianak, Selasa malam, 29 September 2026.

Penekanan pada pembinaan berbasis daerah muncul karena sebagian besar potensi atlet berada di kabupaten/kota. Dari 11 Pengurus Kabupaten/Pengurus Kota (Pengkab/Pengkot) PASI yang memiliki hak suara, 10 daerah hadir dalam Musprov. Kehadiran mayoritas pemilik suara itu dinilai menjadi modal untuk memperkuat koordinasi organisasi sekaligus menyatukan arah pembinaan atletik di Kalbar.

“Jadi ini saya rasa kita solid. Kabupaten kota ini hadir dan tujuan kita memang harus mensukseskan di Porprov,” ujar Ongky seusai Musprov.

Ongky menjadi satu-satunya calon yang lolos verifikasi Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) dalam proses pemilihan Ketua PASI Kalbar. Sebelumnya, ia dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan dukungan untuk melanjutkan tahapan Musprov.

Setelah terpilih, Ongky mengatakan koordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalbar akan segera dilakukan, terutama berkaitan dengan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalbar. Selain itu, kepengurusan baru akan segera disusun untuk memastikan program pembinaan dan kompetisi dapat berjalan secara terarah.

“Kita harus berkolaborasi setelah ini bersama-sama untuk memajukan sesuai visi kita tadi. Bagaimana kita saling berkolaborasi ke kabupaten-kota yang ada di Kalimantan Barat ini,” katanya.

Sebagaimana diberitakan Tribunpontianak, Selasa, (29/09/2026), Ongky menegaskan pembinaan tidak hanya diarahkan kepada atlet yang sudah memiliki prestasi nasional atau internasional. Atlet muda yang berkembang di daerah juga akan diberi ruang untuk masuk dalam sistem pembinaan Pengprov PASI Kalbar.

“Yang pasti ada atlet-atlet pembinaan dari yang lain kita libatkan. Dari pengurus-pengurus lain yang mungkin punya potensi kita ajak dan kita rangkul semua,” ujarnya.

Pola tersebut sekaligus menjadi upaya memperluas basis pencarian atlet. Menurut Ongky, keberadaan atlet yang tersebar di berbagai daerah membuat Pengkab/Pengkot memiliki posisi strategis dalam menentukan keberlanjutan prestasi atletik Kalbar.

“Yang ada atlet memang di kabupaten kota. Jadi harapan kita, kabupaten kota ini bisa menjadi ujung tombak dari pembinaan prestasi olahraga atletik di Kalimantan Barat ini, sehingga kita bisa berbicara banyak di nasional,” katanya.

Ongky juga menyatakan kepengurusan periode 2026-2030 tidak akan membedakan Pengkab/Pengkot berdasarkan dukungan dalam proses pencalonannya. Seluruh unsur organisasi akan dilibatkan dalam agenda pembinaan dan pengembangan atletik.

“Tidak ada istilah yang mendukung saya ataupun yang tidak memberikan surat dukungan kepada saya. Saya bukan seperti itu, karena yang kita mau adalah PASI ini bisa semakin maju, semakin sukses,” tegasnya.

Dalam menjalankan kepengurusan baru, Ongky juga menyatakan akan melanjutkan capaian yang telah dibangun pada periode sebelumnya. Ia menilai keberhasilan kepengurusan lama harus menjadi pijakan untuk menghasilkan prestasi yang lebih tinggi.

“Kalau eranya Pak Eka ini sudah sukses, kita harus tambah sukses lagi. Jadi kita jangan bergerak di tempat. Tapi tentunya ini enggak bisa saya sendiri, saya butuh dukungan dari Bapak-Ibu kabupaten kota,” tuturnya.

Agenda tersebut kemudian diterjemahkan dalam visi untuk membangun PASI Kalbar sebagai organisasi atletik yang profesional, berintegritas, solid, dan berprestasi melalui pembinaan yang terarah serta pengembangan prestasi secara berkelanjutan.

Sejumlah misi yang disiapkan meliputi pembinaan atlet secara berjenjang dan berkelanjutan, program pelatihan daerah (Pelatda) yang terencana dan terukur, perluasan kompetisi di kabupaten/kota, peningkatan kualitas pelatih, wasit, juri, serta tenaga pendukung, dan penguatan sarana prasarana atletik secara bertahap.

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *