Destinasi Air Terjun Pesona Perjiwa di Kukar berkembang dengan inovasi wahana kopi dan rencana penguatan UMKM berbasis masyarakat.
KUTAI KARTANEGARA – Destinasi wisata Air Terjun Pesona Perjiwa di Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berkembang sebagai tujuan rekreasi alam yang diminati wisatawan, dengan pengelolaan mandiri berbasis masyarakat serta pengembangan wahana baru untuk mendorong ekonomi lokal, Kamis (26/03/2026).
Objek wisata yang beroperasi sejak 2021 ini menawarkan dua titik air terjun di tengah hutan tropis dengan suasana sejuk dan alami. Keindahan lanskap serta harga tiket terjangkau menjadi daya tarik utama bagi pengunjung dari berbagai daerah, termasuk Kota Samarinda.
Pengelola Pesona Perjiwa, Efendi, menjelaskan kawasan tersebut awalnya merupakan lahan keluarga yang kemudian dimanfaatkan menjadi objek wisata. “Lahan ini milik orang tua kami. Karena tidak jadi dijual, akhirnya dijadikan objek wisata untuk hiburan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Efendi menyebutkan, tiket masuk dipatok Rp15.000 untuk dewasa dan gratis bagi anak di bawah tujuh tahun. Jumlah kunjungan pun mengalami peningkatan, terutama saat akhir pekan. “Kalau hari biasa pengunjung sekitar 10 sampai 20 orang. Saat akhir pekan bisa mencapai 50 sampai 100 orang per hari,” kata Efendi.
Selain menawarkan panorama alam, pengelola juga mulai mengembangkan wahana baru berbasis perkebunan kopi sebagai inovasi wisata edukatif dan ekonomi. “Kami sedang membuka spot baru. Di sana kami tanam kopi, nanti akan ada wahana kopi,” ujarnya. “Nantinya pengunjung bisa membawa oleh-oleh kopi. Namanya Kopi Pesona Perjiwa,” katanya.
Tidak hanya itu, pengelola juga merancang penataan area khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat tumbuh secara tertib di dalam kawasan wisata. “Ke depan akan disiapkan tempat khusus untuk kuliner. Masyarakat yang ingin berjualan bisa ikut, tetapi tetap diatur agar rapi,” ujarnya.
Pengelolaan wisata hingga saat ini masih dilakukan secara mandiri dengan melibatkan masyarakat sekitar, termasuk dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan melalui penanaman pohon dan pemeliharaan kawasan. “Kami juga menanam pohon dan menjaga yang sudah ada agar tetap lestari,” kata Efendi.
Di sisi lain, pengunjung juga memberikan masukan terhadap pengembangan fasilitas. Salah satu wisatawan asal Samarinda, Anisa, menilai daya tarik utama destinasi ini terletak pada harga tiket yang terjangkau dan keindahan alamnya. “Memang murah, itu daya tariknya. Selain itu, pemandangannya juga bagus,” ujarnya.

Namun demikian, ia menyoroti akses jalan menuju lokasi yang masih perlu perbaikan, serta aspek keamanan di beberapa titik wisata. “Jalan masuknya masih kurang bagus, sebaiknya disemen agar lebih nyaman,” katanya. “Ada bagian yang terasa rawan, mungkin perlu tambahan pengaman,” ujarnya.
Efendi mengakui masih terdapat sejumlah keterbatasan, terutama pada infrastruktur pendukung. Ia berharap adanya dukungan pemerintah dalam peningkatan akses jalan dan fasilitas penerangan agar kenyamanan serta keselamatan pengunjung semakin meningkat.
Dengan pengembangan bertahap yang mengedepankan kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, Pesona Perjiwa diharapkan mampu menjadi destinasi unggulan Kukar yang berkelanjutan serta memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar. []
Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan