Gambar Ilustrasi

Aksi Pencurian Sawit Terbongkar, Satu Pelaku Ditangkap

Seorang pelaku pencurian sawit ditangkap di Kotawaringin Timur dengan barang bukti ratusan kilogram hasil panen dan satu unit kendaraan.

KOTAWARINGIN TIMUR – Aparat kepolisian mengamankan seorang pria yang diduga melakukan pencurian buah kelapa sawit di kawasan perkebunan Kecamatan Mentaya Hilir Utara, setelah aksinya terdeteksi melalui laporan kendaraan mencurigakan, Kamis (26/03/2026).

Kasus ini terungkap saat petugas keamanan perusahaan bersama tim melakukan penelusuran di areal kebun di Desa Natai Baru, tepatnya di Blok F 10/11 Divisi 1 Estate Alam Sahara.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Resky Maulana Zulkarnain melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Kepolisian Resor (Polres) Kotim Edy Wiyoko menyampaikan, laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan.

“Tim security melakukan pengecekan dan mendapati dua orang tengah memindahkan buah sawit ke dalam kendaraan menggunakan alat panen,” ungkapnya, sebagaimana dilansir Kontenkalteng, Selasa, (31/03/2026).

Dalam upaya penindakan, satu pelaku berinisial ARD (36) berhasil diamankan di lokasi kejadian, sementara satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri dan masih dalam pengejaran petugas.

“Satu pelaku berhasil diamankan di tempat kejadian, sedangkan satu orang lainnya kabur,” katanya.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua alat panen jenis tojok, satu unit mobil Toyota Calya berwarna putih, serta puluhan janjang sawit hasil panen ilegal. “Barang bukti yang diamankan sebanyak 41 janjang dengan berat sekitar 620 kilogram, berikut kendaraan yang digunakan,” jelas Edy.

Pelaku yang telah diamankan saat ini dibawa ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kotim untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Pihak kepolisian menegaskan akan meningkatkan pengawasan di wilayah perkebunan guna mencegah terulangnya kasus serupa, sekaligus memastikan keamanan aset perusahaan tetap terjaga.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat di sektor perkebunan, mengingat potensi kerugian ekonomi akibat pencurian hasil panen yang masih kerap terjadi. []

Penulis: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com