Kebakaran yang dipicu ambal sintetis di atap rumah berhasil dipadamkan warga sebelum merembet, dengan kerugian relatif kecil.
KUTAI BARAT – Musibah kebakaran nyaris menghanguskan rumah milik Zulkifli, seorang pensiunan guru, di kawasan Melak Ulu, Kecamatan Melak, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Jumat (27/03/2026) pagi. Beruntung, api berhasil dipadamkan warga sebelum merembet ke bagian dalam rumah sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WITA di Jalan KH Dewantara RT 028, tepatnya di samping penginapan Etam, saat Zulkifli berada seorang diri di dalam rumah. Ia tidak menyadari adanya kebakaran hingga seorang warga yang melintas melihat asap dan memberikan peringatan. “Dia mau beli roti, lihat ada asap, lalu teriak ‘ada api, ada api’,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (27/03/2026).
Mendengar teriakan tersebut, warga kemudian mengetuk pintu rumah untuk memberitahukan kejadian. Saat itu, Zulkifli berada di bagian depan rumah dan belum mengetahui sumber api.

Ia menjelaskan, kebakaran diduga berasal dari ambal atau karpet berbahan sintetis yang dijemur di atas atap seng rumahnya dan terbakar akibat paparan panas. “Ambal itu dari bahan sintetis, kena panas jadi terbakar di atas atap,” jelasnya.
Api tidak sempat membesar karena warga sekitar sigap melakukan pemadaman secara manual menggunakan ember berisi air. Dalam waktu sekitar 30 menit, api berhasil dikendalikan.
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Mahulu tiba di lokasi sekitar 30 menit setelah kejadian dan langsung melakukan penyemprotan untuk memastikan api benar-benar padam. “Penanganannya cepat, apalagi masyarakat sudah lebih dulu membantu,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil relatif kecil. Zulkifli menyebut hanya ambal yang terbakar dengan nilai sekitar Rp300 ribu, meski sejumlah barang di dalam rumah ikut basah akibat proses pemadaman. “Yang terbakar cuma ambal, sekitar Rp300 ribu. Tapi barang-barang di dalam rumah jadi basah karena penyemprotan,” ujarnya.
Meski tidak menimbulkan kerusakan besar, bagian atap rumah mengalami kerusakan dan memerlukan perbaikan dalam beberapa hari ke depan. Zulkifli berharap adanya perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait untuk membantu proses pemulihan. “Kalau ada bantuan tentu kami terima. Namanya musibah pasti mengganggu keuangan,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kesiapsiagaan layanan pemadam kebakaran di tingkat kecamatan serta penataan jaringan kabel yang dinilai berpotensi memicu bahaya kebakaran.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama saat menjemur barang mudah terbakar di area terbuka dengan paparan panas tinggi. []
Penulis: Muhammad Jamaluddin | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan