Kebakaran di area penumpukan barang bekas di Tanjung Laut diduga dipicu pembakaran sampah, namun berhasil dikendalikan sebelum merambat ke bangunan sekitar.
BONTANG – Kebakaran yang diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah nyaris mengancam bangunan di sekitar Jalan AP Mangkunegoro RT 17, Kelurahan Tanjung Laut, Sabtu (28/03/2026) siang, setelah api tiba-tiba membesar di area penumpukan barang bekas di belakang eks Futsal Maharani.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WITA dan sempat menimbulkan kepanikan warga karena api cepat membesar di lokasi yang dipenuhi material mudah terbakar. Beruntung, respons cepat petugas berhasil mencegah api merambat ke bangunan lain.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, api awalnya terlihat kecil sebelum tiba-tiba membesar.
“Awalnya apinya kecil, lalu tiba-tiba membesar. Kami langsung lapor ke damkar,” ujarnya.
Komandan Regu (Danton) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bontang, Jais, menjelaskan laporan diterima sekitar pukul 13.30 WITA dan langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan personel ke lokasi.
“Informasi awal, api sempat membesar dan terdengar ledakan. Makanya kami langsung bergerak cepat ke lokasi,” katanya sebagaimana diberitakan Bontangpost, Sabtu (28/03/2026).
Menurutnya, kondisi lokasi yang dipenuhi tumpukan barang bekas membuat potensi penyebaran api sangat tinggi. Oleh karena itu, petugas mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran untuk mengendalikan situasi.
Upaya pemadaman berlangsung cepat sehingga api berhasil dilokalisasi sebelum menjalar ke bangunan di sekitarnya. Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan bangunan.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada aktivitas pembakaran sampah terbuka yang tidak terkendali.
Jais mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama saat kondisi cuaca ekstrem yang meningkatkan risiko kebakaran.
“Kalau memang ada aktivitas bakar-bakar, sebaiknya ditahan dulu. Cuaca ekstrem membuat api sangat mudah terpicu,” pungkasnya. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan