SINTANG — Duka menyelimuti warga di tepian Sungai Melawi setelah empat anak terseret arus deras saat berenang di kawasan Kampung Ladang, Kamis (12/02/2026). Peristiwa yang berlangsung cepat itu berujung tragis: tiga anak dinyatakan meninggal dunia, sementara satu korban berhasil diselamatkan warga.
Kejadian bermula ketika keempat anak bermain air di pinggir sungai. Tanpa diduga, arus kuat datang dan menyeret mereka ke bagian tengah sungai hingga kesulitan menyelamatkan diri. Proses pencarian pun segera dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat sekitar.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa situasi berubah dalam hitungan detik. “Awalnya mereka berada di tepian untuk mandi dan berenang, namun arus tiba-tiba menguat lalu menarik seluruh korban ke tengah hingga tenggelam,” tuturnya dalam keterangan resmi, Jumat (13/02/2026).
Satu korban perempuan bernama Kimberly berhasil ditemukan dalam keadaan selamat setelah sempat hanyut cukup jauh. Sementara itu, korban lain ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa secara bertahap oleh tim pencari. Jenazah pertama ditemukan pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.15 WIB, kemudian dua korban terakhir berhasil ditemukan setelah pencarian intensif selama lebih dari 24 jam.
Operasi pencarian melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan masyarakat dengan penyisiran sungai menggunakan perahu karet dan peralatan selam. Penemuan seluruh korban sekaligus mengakhiri harapan panjang keluarga yang menunggu di tepian sungai.
Di tengah suasana berkabung, jajaran Polres Sintang menggelar kegiatan sosial untuk membantu tim pencari dan warga terdampak. Kapolres Sintang, Sanny Handityo, menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga korban dan para petugas di lapangan. “Kami ingin hadir memberi dukungan moral maupun bantuan nyata bagi keluarga yang kehilangan serta tim yang terus bekerja tanpa lelah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama lintas instansi dalam setiap penanganan bencana.
“Sinergi seluruh unsur menjadi kunci agar proses pencarian berjalan aman dan memberikan kepastian bagi keluarga korban,” katanya.
Pihak SAR kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi arus sungai, terutama saat musim hujan. “Karakter arus di Sungai Melawi sangat kuat dan berisiko tinggi. Warga sebaiknya tidak berenang di tepian ketika debit air meningkat,” ujar Junetra.
Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat setempat sekaligus menjadi pengingat akan bahaya aktivitas di sungai tanpa pengawasan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan