AS Tawarkan Gencatan Senjata di Tengah Serangan ke Iran

Amerika Serikat menawarkan gencatan senjata 15 poin kepada Iran di tengah operasi militer yang menargetkan infrastruktur strategis.

WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendorong jalur diplomasi melalui tawaran gencatan senjata 15 poin kepada Iran di tengah eskalasi militer yang justru semakin meningkat, setelah serangan terhadap infrastruktur militer Iran dilakukan dalam waktu hampir bersamaan.

Informasi mengenai upaya diplomasi tersebut mencuat dari laporan New York Times (NYT) yang menyebutkan proposal itu telah disampaikan kepada pejabat Iran melalui Pakistan sebagai mediator. Islamabad bahkan disebut menawarkan diri menjadi tuan rumah negosiasi antara Washington dan Teheran.

Langkah diplomatik ini berlangsung di tengah operasi militer yang diumumkan oleh Komando Pusat militer Amerika Serikat (United States Central Command/CENTCOM). Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut serangan dilakukan terhadap infrastruktur militer Iran yang dinilai mengancam pasukan AS dan sekutunya di kawasan, sebagaimana dilansir Aljazeera, Rabu, (25/03/2026).

Melalui akun resmi di platform X, militer AS juga merilis video berdurasi 19 detik yang memperlihatkan serangan ke salah satu pusat infrastruktur Iran. Dalam rekaman tersebut tampak ledakan besar disertai kobaran api yang membumbung tinggi.

Di sisi lain, militer Israel menyatakan angkatan udaranya turut melakukan serangan terhadap sejumlah situs produksi senjata Iran di Teheran pada malam hari. Pernyataan yang dipublikasikan melalui Telegram itu mengklaim fasilitas yang diserang digunakan untuk memproduksi senjata udara dan laut, termasuk yang disebut ditujukan bagi Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, serta kelompok proksi lainnya di Timur Tengah.

“Secara paralel, situs-situs pertahanan juga diserang, termasuk posisi peluncuran rudal antipesawat dan situs tambahan yang berisi sistem pertahanan udara rezim tersebut,” sebut pernyataan itu.

Laporan media Israel, Channel 12, menyebutkan bahwa Amerika Serikat mengupayakan gencatan senjata selama satu bulan guna membuka ruang pembahasan proposal 15 poin tersebut. Namun, rincian isi proposal belum diungkapkan secara resmi kepada publik.

Sejumlah poin yang dilaporkan termasuk pembongkaran program nuklir Iran, penghentian dukungan terhadap kelompok proksi, serta pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz.

Kondisi ini menunjukkan kontras antara pendekatan militer dan diplomasi yang ditempuh secara bersamaan oleh Amerika Serikat dan sekutunya, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi meluas.[]

Penulis: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com