Baru Bebas, Eks Teroris Coba Tikam Polisi di Paris

PARIS – Situasi mencekam terjadi di jantung ibu kota Prancis. Seorang pria yang baru dua bulan menghirup udara bebas setelah menjalani hukuman panjang kasus terorisme, kembali berurusan dengan aparat. Ia diduga mencoba melakukan penikaman terhadap polisi di kawasan Makam Prajurit Tak Dikenal, Sabtu (14/02/2026).

Insiden itu terjadi saat petugas kepolisian tengah melakukan prosesi rutin menyalakan kembali api abadi di lokasi bersejarah tersebut. Namun, aksi pelaku berhasil digagalkan. Polisi yang menjadi sasaran dilaporkan tidak mengalami luka, dan tidak ada korban lain dalam kejadian tersebut.

Menurut laporan AsiaOne, aparat bergerak cepat mengamankan pelaku tak lama setelah percobaan serangan terjadi. Situasi di sekitar lokasi sempat menegang sebelum akhirnya dinyatakan terkendali.

Kantor Kejaksaan Anti-Terorisme Prancis langsung mengambil alih penyelidikan. Dalam pernyataan resminya, jaksa menyampaikan bahwa tersangka bukan sosok asing bagi aparat penegak hukum.

“Pria tersebut baru dibebaskan pada Desember setelah menjalani 12 tahun hukuman penjara dalam perkara terorisme,” demikian keterangan yang disampaikan pihak kejaksaan.

Identitas lengkap pelaku belum diungkap ke publik. Namun, otoritas memastikan bahwa ia merupakan warga negara Prancis, lahir pada 1978. Sebelumnya, ia divonis 17 tahun penjara atas kasus percobaan pembunuhan terkait aksi terorisme yang dilakukan di Belgia.

Meski belum menyelesaikan seluruh masa hukumannya, pelaku dibebaskan lebih awal setelah menjalani 12 tahun kurungan. Sejak keluar dari penjara, ia disebut berada dalam pengawasan ketat aparat.

“Sejak bebas, yang bersangkutan berada di bawah pengawasan dengan kewajiban lapor secara berkala,” ujar pihak kejaksaan.

Peristiwa ini kembali memicu perdebatan mengenai sistem pembebasan bersyarat dan mekanisme pengawasan mantan narapidana kasus terorisme di Prancis. Terlebih, insiden terjadi di salah satu simbol nasional yang sarat makna sejarah dan penghormatan terhadap para prajurit yang gugur.

Hingga kini, motif pasti di balik dugaan serangan tersebut masih didalami penyidik. Aparat belum merinci apakah aksi itu terkait jaringan tertentu atau dilakukan secara individu.

Kasus ini menambah daftar panjang kekhawatiran keamanan di Eropa, terutama terkait mantan narapidana terorisme yang kembali ke tengah masyarakat. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com