Pergelaran Sakula Budaya di Pulang Pisau menjadi wadah penguatan karakter dan pelestarian seni budaya bagi generasi muda.
PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau menegaskan pentingnya pelestarian seni budaya daerah melalui dukungan terhadap kegiatan kreatif generasi muda, salah satunya melalui pergelaran “Sakula Budaya” yang digelar di Desa Sebangau Mulya, Kecamatan Sebangau Kuala.
Wakil Bupati (Wabup) Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut yang diinisiasi oleh Borneo Institute bersama panitia.
“Pagelaran seni ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan wadah untuk mengekspresikan diri, menghargai keberagaman budaya, serta menumbuhkan rasa percaya diri,” kata Ahmad Jayadikarta, sebagaimana dilansir Antara, Sabtu, (29/03/2026).
Mewakili Bupati Pulang Pisau, Ahmad Rifa’i, ia berharap kegiatan tersebut mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus mencintai dan melestarikan budaya lokal di tengah arus modernisasi.
“Selalu jaga budaya karena budaya seperti ini adalah simbol karakter bangsa dan juga simbol jati diri kita,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi keberanian para peserta didik yang tampil menampilkan kreativitas melalui berbagai pertunjukan seni, seperti seni bela diri, musik, hingga kegiatan yang mendukung penguatan karakter dan kecintaan terhadap lingkungan sekolah.
Sementara itu, Ketua Yayasan Borneo Institute, Yanedi Jagau, menjelaskan bahwa program Sakula Budaya menyasar anak usia sekolah agar mampu mengembangkan potensi seni budaya daerah tanpa mengesampingkan nilai-nilai lokal.
Menurutnya, keberagaman budaya di Kalimantan Tengah harus terus dijaga dan dikembangkan oleh seluruh elemen masyarakat lintas etnis.
“Keragaman budaya yang ada harus terus dikembangkan khususnya seni dan budaya Kalimantan Tengah agar bisa dicintai dan ditanamkan serta dijaga oleh semua etnis yang ada dan hidup di Kalimantan Tengah sebagai bagian dari pepatah, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung,” ungkapnya.
Selain menampilkan seni, program ini juga memberikan edukasi kepada peserta mengenai sejarah dan cerita lokal sebagai upaya pewarisan nilai budaya kepada generasi penerus.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga identitas budaya daerah sekaligus membentuk karakter generasi muda yang kreatif dan berbudaya. []
Penulis: Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan